Hasil Kerajinan Rotan Desa Tegalwangi
Hasil Kerajainan Rotan di Desa Tegalwangi Cirebon (Dok. Didno)
Selain keindahan alam, kuliner, sejarah, seni dan budaya, tradisi dan adat istiadatnya. Cirebon juga ternyata memiliki wisata yang unik yang sedang dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah daerahnya yakni Kampung Wisata Rotan Galmantro. Kampung wisata Rotan Galmantro ini lokasinya terletak di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.


Tidak seperti kampung wisata lainnya, kampung wisata ini mengajak pengunjungnya untuk melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan rotan yang ada di Desa Tegalwangi Cirebon ini. Mulai dari proses pengolahan rotan yang masih belum dikupas, pembentukan, anyaman hingga finishing pembuatan produk rotan.

Kursi Kerajinan Desa Galmantro
Kursi hasil warga Desa Tegalwangi Cirebon (Dok. Didno) 
Berbagai macam produk yang dihasilkan dari Kampung Wisata Rotan Galmantro di  Cirebon ini seperti meja, kursi, tudung saji, kap lampu, kursi untuk motor matic, tempat bunga, permainan anak, tempat air mineral, dan masih banyak lagi lainnya.

Balai Desa Tegalwangi
Balai Desa Tegalwangi (Dok. Didno)
Jika Anda akan berkunjung ke Kampung wisata Rotan ini sebaiknya jangan pada waktu makan siang atau shalat dzuhur karena banyak pekerja yang notabenenya home industri ini sedang istirahat untuk makan siang dan shalat.

Pengunjung yang akan berwisata ke Kampung Wisata Galmantro ini sebaiknya langsung menuju ke Balai Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Karena sekretariat Kampung Wisata Rotan Galamantro berada di tempat ini.

Proses melengkungkan rotan
Warga sedang bekerja membengkokkan rotan (Dok. Didno)
Wisatawan akan diajak mengelilingi tempat-tempat pembuatan rotan yang berada di rumah-rumah penduduk. Lokasi yang akan dikunjungi pertama adalah tempat perakitan rangka yang akan dibuat meja dan kursi tamu. Lokasinya tidak jauh dari Kantor Kepala Desa Tegalwangi.
Proses pembuatan tudung saji
Pekerja sedang menganyam dan menekukkan rotan (Dok. Didno)
Setelah melihat secara dekat proses pembuatan rangka meja dan kursi tamu, kami akan diajak untuk melihat proses tudung saji. Beberapa pekerja adalah warga dan masyarakat sekitar Tegalwangi. Uniknya mereka tidak bekerja di pabrik melainkan kerja di rumah-rumah milik sendiri atau saudaranya.
Sepulang sekolah anak ini membantu orang tuanya menganyam rotan
Pelajar sepulang sekolah membantu orang tua merangkai rotan (Dok. Didno)
Dari satu rumah ke rumah yang lain kami dipandu oleh pemandu wisata dari Kampung Wisata Galmantro. Mereka menjelaskan berbagai hal termasuk ada beberapa pengrajin rotan yang memanfaatkan seluruh anggota keluarganya.
Pemuda yang membantu menganyam rotan (Dok. Didno)
Anak-anak seusia SMP mereka sudah diajarkan untuk membantu orang tuanya dengan cara menganyam rotan, membentuk rangka dan lain-lain. Penghasilan dari kegiatan di luar jam sekolah tersebut tentu untuk ditabungkan dan keperluan mereka sendiri. Bahkan kami melihat ada satu rumah yang semuanya bekerja. Ibunya bertugas menganyam rotan, anak pertamanya membentuk pola, anak keduanya bertugas melobangi rotan dan bapaknya membuat pola rotan yang akan dibuat.
Salah satu warga sedang mengupas kulit rotan (Dok. Didno)
Selain itu kami juga melihat secara langsung proses pemisahan rotan dengan kulitnya. Proses ini menggunakan cara yang sangat sederhana yakni dua buah besi kemudian rotan yang masih ada kulitnya dimasukkan ke dalam lubang tersebut kemudian rotan tersebut ditarik sehingga nantinya akan terpisah dengan sendirinya antara kulit rotan dan bagian tengah rotannya.

Menganyam menggunakan plastik sintesis
Warga sedang menganyam rotan tiruan (Dok. Didno)
Kami juga melihat hampir semua rumah sedang melakukan aktivitas dengan rotan. Ada yang sedang mengecat rotan, menganyam rotan dan lain sebagainya. Tetapi ada juga yang menganyam dengan menggunakan bahan sintetis. Menurut pemandu wisatanya bahwa penggunaan bahan sintesis biasanya digunakan untuk di luar ruangan.

Proses pengupasan dan pemotongan rotan
Karyawan sedang membubut rotan (Dok. Didno)
Pangsa pasar rotan buatan Tegalwangi ini tidak hanya dari dalam negeri, tetapi dari luar negeri pun kini mulai melirik kerajinan tangan buatan kampung wisata rotan Tegalwangi dan sekitarnya tersebut karena hasil akhirnya sangat rapih dan kuat, desainnya yang mengikuti trend, serta berbeda dengan buatan dari negara lain.    

Nah bagi Anda yang ingin mengunjungi Kampung Wisata Rotan Galmantro ini Anda bisa menghubungi secara langsung Kepala Desa Tegalwangi Bapak Asun dengan nomor hp. 085222340120. 

Berkunjung Ke Kampung Wisata Rotan Galmantro

Hasil Kerajinan Rotan Desa Tegalwangi
Hasil Kerajainan Rotan di Desa Tegalwangi Cirebon (Dok. Didno)
Selain keindahan alam, kuliner, sejarah, seni dan budaya, tradisi dan adat istiadatnya. Cirebon juga ternyata memiliki wisata yang unik yang sedang dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah daerahnya yakni Kampung Wisata Rotan Galmantro. Kampung wisata Rotan Galmantro ini lokasinya terletak di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.


Tidak seperti kampung wisata lainnya, kampung wisata ini mengajak pengunjungnya untuk melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan rotan yang ada di Desa Tegalwangi Cirebon ini. Mulai dari proses pengolahan rotan yang masih belum dikupas, pembentukan, anyaman hingga finishing pembuatan produk rotan.

Kursi Kerajinan Desa Galmantro
Kursi hasil warga Desa Tegalwangi Cirebon (Dok. Didno) 
Berbagai macam produk yang dihasilkan dari Kampung Wisata Rotan Galmantro di  Cirebon ini seperti meja, kursi, tudung saji, kap lampu, kursi untuk motor matic, tempat bunga, permainan anak, tempat air mineral, dan masih banyak lagi lainnya.

Balai Desa Tegalwangi
Balai Desa Tegalwangi (Dok. Didno)
Jika Anda akan berkunjung ke Kampung wisata Rotan ini sebaiknya jangan pada waktu makan siang atau shalat dzuhur karena banyak pekerja yang notabenenya home industri ini sedang istirahat untuk makan siang dan shalat.

Pengunjung yang akan berwisata ke Kampung Wisata Galmantro ini sebaiknya langsung menuju ke Balai Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Karena sekretariat Kampung Wisata Rotan Galamantro berada di tempat ini.

Proses melengkungkan rotan
Warga sedang bekerja membengkokkan rotan (Dok. Didno)
Wisatawan akan diajak mengelilingi tempat-tempat pembuatan rotan yang berada di rumah-rumah penduduk. Lokasi yang akan dikunjungi pertama adalah tempat perakitan rangka yang akan dibuat meja dan kursi tamu. Lokasinya tidak jauh dari Kantor Kepala Desa Tegalwangi.
Proses pembuatan tudung saji
Pekerja sedang menganyam dan menekukkan rotan (Dok. Didno)
Setelah melihat secara dekat proses pembuatan rangka meja dan kursi tamu, kami akan diajak untuk melihat proses tudung saji. Beberapa pekerja adalah warga dan masyarakat sekitar Tegalwangi. Uniknya mereka tidak bekerja di pabrik melainkan kerja di rumah-rumah milik sendiri atau saudaranya.
Sepulang sekolah anak ini membantu orang tuanya menganyam rotan
Pelajar sepulang sekolah membantu orang tua merangkai rotan (Dok. Didno)
Dari satu rumah ke rumah yang lain kami dipandu oleh pemandu wisata dari Kampung Wisata Galmantro. Mereka menjelaskan berbagai hal termasuk ada beberapa pengrajin rotan yang memanfaatkan seluruh anggota keluarganya.
Pemuda yang membantu menganyam rotan (Dok. Didno)
Anak-anak seusia SMP mereka sudah diajarkan untuk membantu orang tuanya dengan cara menganyam rotan, membentuk rangka dan lain-lain. Penghasilan dari kegiatan di luar jam sekolah tersebut tentu untuk ditabungkan dan keperluan mereka sendiri. Bahkan kami melihat ada satu rumah yang semuanya bekerja. Ibunya bertugas menganyam rotan, anak pertamanya membentuk pola, anak keduanya bertugas melobangi rotan dan bapaknya membuat pola rotan yang akan dibuat.
Salah satu warga sedang mengupas kulit rotan (Dok. Didno)
Selain itu kami juga melihat secara langsung proses pemisahan rotan dengan kulitnya. Proses ini menggunakan cara yang sangat sederhana yakni dua buah besi kemudian rotan yang masih ada kulitnya dimasukkan ke dalam lubang tersebut kemudian rotan tersebut ditarik sehingga nantinya akan terpisah dengan sendirinya antara kulit rotan dan bagian tengah rotannya.

Menganyam menggunakan plastik sintesis
Warga sedang menganyam rotan tiruan (Dok. Didno)
Kami juga melihat hampir semua rumah sedang melakukan aktivitas dengan rotan. Ada yang sedang mengecat rotan, menganyam rotan dan lain sebagainya. Tetapi ada juga yang menganyam dengan menggunakan bahan sintetis. Menurut pemandu wisatanya bahwa penggunaan bahan sintesis biasanya digunakan untuk di luar ruangan.

Proses pengupasan dan pemotongan rotan
Karyawan sedang membubut rotan (Dok. Didno)
Pangsa pasar rotan buatan Tegalwangi ini tidak hanya dari dalam negeri, tetapi dari luar negeri pun kini mulai melirik kerajinan tangan buatan kampung wisata rotan Tegalwangi dan sekitarnya tersebut karena hasil akhirnya sangat rapih dan kuat, desainnya yang mengikuti trend, serta berbeda dengan buatan dari negara lain.    

Nah bagi Anda yang ingin mengunjungi Kampung Wisata Rotan Galmantro ini Anda bisa menghubungi secara langsung Kepala Desa Tegalwangi Bapak Asun dengan nomor hp. 085222340120. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar