Pantai Lengkuas
Pantai Lengkuas (Dok. Didno)
Kami bersama rekan-rekan pemburu gerhana matahari total tanggal 9 Maret 2016 lalu, menyusuri Kepulauan yang ada di Belitung setelah puas melihat gerhana matahari total yang sangat indah dan tidak terlupakan karena melihat momen tersebut di tengah laut dari atas Kapal Negara Bintang Laut milik Bakamla.

Selepas mengamati dan jeprat-jepret momen langka tersebut, kami beserta rombongan langsung berangkat kembali untuk menyusuri Pulau Lengkuas dengan menggunakan kapal nelayan biasa. Sensasi naik perahu nelayan tentu berbeda dengan menggunakan perahu besar seperti milik Bakamla.

Perahu yang menuju ke Pulau Lengkuas (Dok. Didno)
Dari lokasi pengamatan gerhana matahari total, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke Pulau Lengkuas. Saat pertama kali menginjakan kaki di Pulau Lengkuas, air lautnya begitu jernih dengan hamparan pasir putih yang sangat indah. Tiba-tiba terdengar suara dari salah satu rekan kami “wah parah banget pantai pulau Lengkuas”.

Ucapan tersebut bukan berarti parah karena kerusakan pantainya atau ekosistemnya, melainkan untuk mengungkapkan keindahan dari Pulau Lengkuas. Di Pulau Lengkuas ini memiliki pantai yang landai dan airnya tidak begitu besar sehingga sangat cocok untuk anda dan keluarga yang ingin berenang di laut.
Berfoto di pinggir Pantai Lengkuas (Dok. Didno)
Setelah puas melihat pantai utama, kami pun mengelilingi pulau tersebut. Beberapa sudut pantai tersebut sangat tenang untuk menikmati keindahannya. Banyak diantaranya yang menggunakan tempat tersebut makan bersama dengan keluarga atau teman-teman.

Di salah satu sudut pantai ini masih terdapat hutan. Hutan ini memiliki nama yang unik yakni Hutan Asmara. Di hutan ini sering ditemukan binatang pantai yang melakukan asmara sehingga menghasilkan anak seperti penyu.

Hutan Asmara (Dok. Didno)
Di tempat yang lain ditemukan di Pantai Lengkuas ditemukan banyak batu besar yang sangat menawan yang menjadi ciri khas pulau-pulau yang ada di Belitung. Batu-batu ini banyak dijadikan background foto selfie atau foto bareng teman-teman atau keluarga.
Pulau Lengkuas memiliki mercusuar yang sangat tinggi menjulang yang dibangun sejak tahun 1882 pada zaman pemerintahan Belanda. Mercusuar ini digunakan sebagai alat navigasi terutama para nelayan atau nahkoda yang sedang berlayar di sekitar pantai Lengkuas.
Mercusuar di Pulau Lengkuas (Dok. Didno)
Di sekitar lokasi mercusuar terdapat banyak ruangan yang di dalamnya berisi kamar mandi dan toilet untuk pengunjung pantai Lengkuas serta mes untuk para penjaga mercusuar. Saat kami datang mercusuarnya sedang di renovasi sehingga pengunjung tidak bisa masuk dan naik ke atas.

Di salah satu batu di pinggir pantai Lengkuas terdapat tanda berbentuk bulat yang tertera tulisan Survey Geodesi Indonesia yang artinya pulau Lengkuas sudah dipetakan oleh TNI Angkatan Laut dan menjadi pulau yang memiliki nama. Karena belum semua pulau di Indonesia memiliki nama.

Penamaan Pulau (Dok. Didno)
Wisatawan yang datang ke Pulau ini tidak hanya datang dari Indonesia beberapa wisatawan mancanegara pun begitu menikmati pemandangan yang sangat indah dari Pulau Lengkuas ini. Beberapa mereka ada yang berjemur dan berenang di pantai Lengkuas.
Wisatawan sedang menikmati Pantai Lengkuas (Dok. Didno)
Uniknya lagi di sekitar Pantai Lengkuas, pengunjung bisa melakukan kegiatan snorkling. Disini Anda bisa menikmati jernihnya air sehingga bisa melihat ikan-ikan yang cantik hilir mudik. Lokasinya tidak begitu jauh dari pantai hanya beberapa menit saja dan yang menasyikan adalah lokasinya tidak begitu dalam sehingga mereka yang tidak bisa renang pun bisa menikmati pemandangan yang sangat indah ini.

Itulah keindahan pulau Lengkuas yang ada di Belitung Propinsi Bangka Belitung. Mudah-mudahan bisa kembali lagi ke Pulau Lengkuas. 

Menikmati Keindahan Pantai Pulau Lengkuas

Pantai Lengkuas
Pantai Lengkuas (Dok. Didno)
Kami bersama rekan-rekan pemburu gerhana matahari total tanggal 9 Maret 2016 lalu, menyusuri Kepulauan yang ada di Belitung setelah puas melihat gerhana matahari total yang sangat indah dan tidak terlupakan karena melihat momen tersebut di tengah laut dari atas Kapal Negara Bintang Laut milik Bakamla.

Selepas mengamati dan jeprat-jepret momen langka tersebut, kami beserta rombongan langsung berangkat kembali untuk menyusuri Pulau Lengkuas dengan menggunakan kapal nelayan biasa. Sensasi naik perahu nelayan tentu berbeda dengan menggunakan perahu besar seperti milik Bakamla.

Perahu yang menuju ke Pulau Lengkuas (Dok. Didno)
Dari lokasi pengamatan gerhana matahari total, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke Pulau Lengkuas. Saat pertama kali menginjakan kaki di Pulau Lengkuas, air lautnya begitu jernih dengan hamparan pasir putih yang sangat indah. Tiba-tiba terdengar suara dari salah satu rekan kami “wah parah banget pantai pulau Lengkuas”.

Ucapan tersebut bukan berarti parah karena kerusakan pantainya atau ekosistemnya, melainkan untuk mengungkapkan keindahan dari Pulau Lengkuas. Di Pulau Lengkuas ini memiliki pantai yang landai dan airnya tidak begitu besar sehingga sangat cocok untuk anda dan keluarga yang ingin berenang di laut.
Berfoto di pinggir Pantai Lengkuas (Dok. Didno)
Setelah puas melihat pantai utama, kami pun mengelilingi pulau tersebut. Beberapa sudut pantai tersebut sangat tenang untuk menikmati keindahannya. Banyak diantaranya yang menggunakan tempat tersebut makan bersama dengan keluarga atau teman-teman.

Di salah satu sudut pantai ini masih terdapat hutan. Hutan ini memiliki nama yang unik yakni Hutan Asmara. Di hutan ini sering ditemukan binatang pantai yang melakukan asmara sehingga menghasilkan anak seperti penyu.

Hutan Asmara (Dok. Didno)
Di tempat yang lain ditemukan di Pantai Lengkuas ditemukan banyak batu besar yang sangat menawan yang menjadi ciri khas pulau-pulau yang ada di Belitung. Batu-batu ini banyak dijadikan background foto selfie atau foto bareng teman-teman atau keluarga.
Pulau Lengkuas memiliki mercusuar yang sangat tinggi menjulang yang dibangun sejak tahun 1882 pada zaman pemerintahan Belanda. Mercusuar ini digunakan sebagai alat navigasi terutama para nelayan atau nahkoda yang sedang berlayar di sekitar pantai Lengkuas.
Mercusuar di Pulau Lengkuas (Dok. Didno)
Di sekitar lokasi mercusuar terdapat banyak ruangan yang di dalamnya berisi kamar mandi dan toilet untuk pengunjung pantai Lengkuas serta mes untuk para penjaga mercusuar. Saat kami datang mercusuarnya sedang di renovasi sehingga pengunjung tidak bisa masuk dan naik ke atas.

Di salah satu batu di pinggir pantai Lengkuas terdapat tanda berbentuk bulat yang tertera tulisan Survey Geodesi Indonesia yang artinya pulau Lengkuas sudah dipetakan oleh TNI Angkatan Laut dan menjadi pulau yang memiliki nama. Karena belum semua pulau di Indonesia memiliki nama.

Penamaan Pulau (Dok. Didno)
Wisatawan yang datang ke Pulau ini tidak hanya datang dari Indonesia beberapa wisatawan mancanegara pun begitu menikmati pemandangan yang sangat indah dari Pulau Lengkuas ini. Beberapa mereka ada yang berjemur dan berenang di pantai Lengkuas.
Wisatawan sedang menikmati Pantai Lengkuas (Dok. Didno)
Uniknya lagi di sekitar Pantai Lengkuas, pengunjung bisa melakukan kegiatan snorkling. Disini Anda bisa menikmati jernihnya air sehingga bisa melihat ikan-ikan yang cantik hilir mudik. Lokasinya tidak begitu jauh dari pantai hanya beberapa menit saja dan yang menasyikan adalah lokasinya tidak begitu dalam sehingga mereka yang tidak bisa renang pun bisa menikmati pemandangan yang sangat indah ini.

Itulah keindahan pulau Lengkuas yang ada di Belitung Propinsi Bangka Belitung. Mudah-mudahan bisa kembali lagi ke Pulau Lengkuas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar