Prajurit keraton Solo

Bagi anda yang pergi ke Kota Surakarta atau lebih dikenal dengan Kota Solo, belum lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat. Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan istana Kasunanan Suarakarta yang menjadi tempat tinggal sunan dan rumah tangga istana yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini.
Saya mengunjungi Keraton Surakarta beserta rombongan ASEAN Blogger Festival 2013 dari depan alun-alun Keraton Surakarta. Saat akan memasuki Keraton Surakarta pemandu wisata dari keraton menjelaskan aturan memasuki Keraton Surakarta. 

Bagi pria dilarang menggunakan topi, menggunakan celana pendek dan sendal jepit pada saat memasuki keraton Surakarta. Bagi wanita dilarang menggunakan rok/celana pendek saat memasuki keraton Surakarta. Ini sekedar mengingatkan bagi anda yang akan jalan-jalan berkunjung ke Keraton Surakarta agar bisa mengelilingi Keraton Surakarta lebih leluasa.

Sesaat sebelum memasuki Keraton Surakarta saya sempat melihat pemandangan yang menarik. Ketika itu ada parade pasukan Keraton keluar dari Sitihinggil Lor Keraton Surakarta. Menggunakan pakaian khusus warna-warni mencolok dengan tangan memegang pedang menambah kegagahan prajurit keraton tersebut.

Di kompleks ini kita juga bisa melihat meriam yang konon dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung. Salah satu meriamnya dinamakan dengan nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad. Kompleks ini memiliki pintu gerbang, satu disebelah utara yang disebut Kori Wijil dan satunya sebelah selatan yang disebut Kori Renteng. Kebetulan rombongan ASEAN Blogger masuk dari pintu gerbang utara dan keluar dari gerbang selatan.

Setelah keluar dari Sitihinggil kami pun memasuki kompleks Sri Manganti. Di kompleks ini kami bisa menara segi delapan yang tingginya sekitar 30 meter dengan nama Panggung Sangga Buwana. Di kompleks ini terdapat dua bangunan sebelah barat namanya Bangsal Smarakatha dan sebelah timur namanya Bangsal Marcukundha. Konon bangunan ini digunakan untuk acara-acara seperti pertemuan antara pegawai menengah ke atas, kenaikan pangkat, vonis hukuman bagi kerabat raja dan upacara sunat/khitanan. Tapi kini tempat tersebut digunakan untuk latihan menari dan mendalang.

Setelah itu kami dan rombongan ASEAN Blogger Festival 2013 memasuki kompleks Kedaton. Nah disini tekan-rekan yang menggunakan sandal harus rela berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki karena harus ikut peraturan keraton. Saat memasuki kompleks kedaton kita menikmati rimbunnya pohon yaitu Sawo Kecik yang jumlahnya 76. Jika salah satu pohon tumbang atau mati, maka harus cepat ditanam dengan yang baru.

Di kompleks Kedaton ini terdapat banyak patung bergaya Eropa yang konon merupakan pemberian atau hadiah dari petinggi-petinggi dari Bangsa Eropa. Setelah itu kami dan rombongan memasuki bangunan yang diberinama Sasana Sewaka. Disini kami sudah disediakan tempat duduk untuk mengikuti acara yang diadakan oleh Panitia ASEAN Blogger bekerjasama dengan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Di tempat ini kami disuguhi tarian srimpi dan perang-perangan yang dimainkan oleh penari-penari khusus dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Acara ini dihadiri oleh Gusti Kanjeng Ratu Wanda sebagai perwakilan dari Keraton Surakarta. Selain dihadiri Gusti Kanjeng Ratu Wanda juga dihadiri putri-putri Keraton Solo yang lain yang cantik jelita.

Setelah acara penutupan ASEAN Blogger Festival 2013 saya dan rombongan disuguhi jamuan khas dari Keraton Surakarta. Kami pun menikmati sajian khas keraton secara langsung dari dapur Keraton Surakarta untuk pertama kalinya.Sebenarnya ada beberapa bangunan di Keraton Surakarta yang lain tapi tidak sempat kami kunjungi karena terbatasnya waktu. Karena kami harus kembali lagi ke Hotel dan bersiap-siap untuk check out dan meninggalkan Kota Solo.

Rasanya ingin kembali lagi ke Kota Solo dan mengunjungi Keraton Surakarta lebih lama lagi dan lebih detil lagi melihat bangunan, pusaka dan merasakan keramahan masyarakat Solo. Oleh sebab itu yang belum berkunjung ke Kota Solo yuk berkunjung ke Keraton Surakarta agar kita bisa belajar lebih dalam lagi mengenai sejarah dan budaya Bangsa Indonesia yang ada di Kota Solo.

Jalan-jalan Ke Keraton Surakarta

Prajurit keraton Solo

Bagi anda yang pergi ke Kota Surakarta atau lebih dikenal dengan Kota Solo, belum lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat. Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan istana Kasunanan Suarakarta yang menjadi tempat tinggal sunan dan rumah tangga istana yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini.
Saya mengunjungi Keraton Surakarta beserta rombongan ASEAN Blogger Festival 2013 dari depan alun-alun Keraton Surakarta. Saat akan memasuki Keraton Surakarta pemandu wisata dari keraton menjelaskan aturan memasuki Keraton Surakarta. 

Bagi pria dilarang menggunakan topi, menggunakan celana pendek dan sendal jepit pada saat memasuki keraton Surakarta. Bagi wanita dilarang menggunakan rok/celana pendek saat memasuki keraton Surakarta. Ini sekedar mengingatkan bagi anda yang akan jalan-jalan berkunjung ke Keraton Surakarta agar bisa mengelilingi Keraton Surakarta lebih leluasa.

Sesaat sebelum memasuki Keraton Surakarta saya sempat melihat pemandangan yang menarik. Ketika itu ada parade pasukan Keraton keluar dari Sitihinggil Lor Keraton Surakarta. Menggunakan pakaian khusus warna-warni mencolok dengan tangan memegang pedang menambah kegagahan prajurit keraton tersebut.

Di kompleks ini kita juga bisa melihat meriam yang konon dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung. Salah satu meriamnya dinamakan dengan nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad. Kompleks ini memiliki pintu gerbang, satu disebelah utara yang disebut Kori Wijil dan satunya sebelah selatan yang disebut Kori Renteng. Kebetulan rombongan ASEAN Blogger masuk dari pintu gerbang utara dan keluar dari gerbang selatan.

Setelah keluar dari Sitihinggil kami pun memasuki kompleks Sri Manganti. Di kompleks ini kami bisa menara segi delapan yang tingginya sekitar 30 meter dengan nama Panggung Sangga Buwana. Di kompleks ini terdapat dua bangunan sebelah barat namanya Bangsal Smarakatha dan sebelah timur namanya Bangsal Marcukundha. Konon bangunan ini digunakan untuk acara-acara seperti pertemuan antara pegawai menengah ke atas, kenaikan pangkat, vonis hukuman bagi kerabat raja dan upacara sunat/khitanan. Tapi kini tempat tersebut digunakan untuk latihan menari dan mendalang.

Setelah itu kami dan rombongan ASEAN Blogger Festival 2013 memasuki kompleks Kedaton. Nah disini tekan-rekan yang menggunakan sandal harus rela berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki karena harus ikut peraturan keraton. Saat memasuki kompleks kedaton kita menikmati rimbunnya pohon yaitu Sawo Kecik yang jumlahnya 76. Jika salah satu pohon tumbang atau mati, maka harus cepat ditanam dengan yang baru.

Di kompleks Kedaton ini terdapat banyak patung bergaya Eropa yang konon merupakan pemberian atau hadiah dari petinggi-petinggi dari Bangsa Eropa. Setelah itu kami dan rombongan memasuki bangunan yang diberinama Sasana Sewaka. Disini kami sudah disediakan tempat duduk untuk mengikuti acara yang diadakan oleh Panitia ASEAN Blogger bekerjasama dengan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Di tempat ini kami disuguhi tarian srimpi dan perang-perangan yang dimainkan oleh penari-penari khusus dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Acara ini dihadiri oleh Gusti Kanjeng Ratu Wanda sebagai perwakilan dari Keraton Surakarta. Selain dihadiri Gusti Kanjeng Ratu Wanda juga dihadiri putri-putri Keraton Solo yang lain yang cantik jelita.

Setelah acara penutupan ASEAN Blogger Festival 2013 saya dan rombongan disuguhi jamuan khas dari Keraton Surakarta. Kami pun menikmati sajian khas keraton secara langsung dari dapur Keraton Surakarta untuk pertama kalinya.Sebenarnya ada beberapa bangunan di Keraton Surakarta yang lain tapi tidak sempat kami kunjungi karena terbatasnya waktu. Karena kami harus kembali lagi ke Hotel dan bersiap-siap untuk check out dan meninggalkan Kota Solo.

Rasanya ingin kembali lagi ke Kota Solo dan mengunjungi Keraton Surakarta lebih lama lagi dan lebih detil lagi melihat bangunan, pusaka dan merasakan keramahan masyarakat Solo. Oleh sebab itu yang belum berkunjung ke Kota Solo yuk berkunjung ke Keraton Surakarta agar kita bisa belajar lebih dalam lagi mengenai sejarah dan budaya Bangsa Indonesia yang ada di Kota Solo.

No comments:

Post a Comment