Situs Manusia Purba Sangiran Jawa Tengah (Dok. Didno)
Sewaktu sekolah dulu, kita pasti diajarkan tempat-tempat bersejarah yang menjadi awal mula ditemukannya manusia purba di tanah air salah satu tempat tersebut adalah di Sangiran yang terletak di Jawa Tengah. 

Untuk menuju obyek wisata Situs Manusia Purba Sangiran memang jalannya tidak begitu besar sehingga saat berpapasan dengan bus berukuran besar harus berhenti dan salah satu ada yang mengalah ke pinggir.
Lahar Gunung Lawu Purba (Dok. Didno)
Alasan berkunjung ke tempat ini karena ingin mengetahui tentang sejarah peradaban manusia di Indonesia, dan sebagai bahan referensi saya untuk bahan mengajar nanti sepulang dari tempat wisata bersejarah ini. 
Fosil Manusia Purba Singiran (Dok. Pribadi)

Selama di dalam Museum purbakala Sangiran saya dan rekan-rekan di pandu oleh pemandu obyek wisata tersebut. Mulai dari bagian depan yang masih terlihat jelas lahar gunung lawu purba yang diperkirakan berusia sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. 

Pemandu Wisata sedang menjelaskan benda-benda yang ada di Sangiran (Dok. Didno)

Kemudian masuk ke ruangan yang pertama yang berisi fosil-fosil tengkorak manusia dan binatang purba yang hidup jutaan tahun yang lalu. Setelah puas mengelilingi dan foto-foto di ruangan pamer pertama, kemudian masuk ke ruang kedua yang berisi tentang para peneliti yang telah mengunjungi Sangiran dari yang pertama hingga saat ini. 
Para peneliti dan proses penggalian fosil di Sangiran (Dok. Pribadi)

Para peneliti ini menggunakan peralatan yang sederhana agar fosil-fosil tersebut tetap utuh dan bisa dilihat hingga sekarang. Lalu kami menuju ke ruang ketiga berisi replika fosil-fosil manusia ketika masih dalam penggalian dan penelitian dari para ahli arkeologi.
Penemuan terbaru di situs Sangiran (Dok. Pribadi)
Di tempat ini pengunjung bisa melihat tulang-tulang manusia ketika dalam penggalian dengan posisi tubuh manusia yang berbeda-beda. Dari posisi lurus, miring hingga posisi badan yang tidak beraturan. 

Gading Gajah Purba (Dok. Pribadi)

Para pengunjung juga bisa menikmati diorama mengenai situasi pada zaman dulu kala. Disini kita bisa melihat tumbuhan, binatang dan manusia yang hidup pada zaman purba dulu. Setelah keluar dari gedung tersebut rekan-rekannarsis-narsisan dulu dengan foto bersama rekan-rekan yang lain. 
Perkiraan manusia purba dari masa ke masa (Dok. Didno)
Kemudian pemandu wisata Situs Manusia Purba Sangiran mengajak pengunjung untuk melihat video mengenai sejarah manusia purba yang ada di Sangiran. Di ruangan ini saya dan rekan-rekan yang lain menikmati suguhan video mengenai perjalan manusia puba hingga kepunahannya. 
Foto bareng teman-teman di Museum Manusia Purba Sangiran (Dok. Didno)

Selesai menonton video saya dan rekan-rekan blogger menikmati pemandangan yang ada di sekitar Situs Sangiran tersebut. Daerah di sekitar Sangiran terlihat masih alami dan di daerah pedesaan sehingga masih terlihat asri. 

Mengenal Peradaban Kakek dan Nenek Moyang Kita di Sangiran

Situs Manusia Purba Sangiran Jawa Tengah (Dok. Didno)
Sewaktu sekolah dulu, kita pasti diajarkan tempat-tempat bersejarah yang menjadi awal mula ditemukannya manusia purba di tanah air salah satu tempat tersebut adalah di Sangiran yang terletak di Jawa Tengah. 

Untuk menuju obyek wisata Situs Manusia Purba Sangiran memang jalannya tidak begitu besar sehingga saat berpapasan dengan bus berukuran besar harus berhenti dan salah satu ada yang mengalah ke pinggir.
Lahar Gunung Lawu Purba (Dok. Didno)
Alasan berkunjung ke tempat ini karena ingin mengetahui tentang sejarah peradaban manusia di Indonesia, dan sebagai bahan referensi saya untuk bahan mengajar nanti sepulang dari tempat wisata bersejarah ini. 
Fosil Manusia Purba Singiran (Dok. Pribadi)

Selama di dalam Museum purbakala Sangiran saya dan rekan-rekan di pandu oleh pemandu obyek wisata tersebut. Mulai dari bagian depan yang masih terlihat jelas lahar gunung lawu purba yang diperkirakan berusia sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. 

Pemandu Wisata sedang menjelaskan benda-benda yang ada di Sangiran (Dok. Didno)

Kemudian masuk ke ruangan yang pertama yang berisi fosil-fosil tengkorak manusia dan binatang purba yang hidup jutaan tahun yang lalu. Setelah puas mengelilingi dan foto-foto di ruangan pamer pertama, kemudian masuk ke ruang kedua yang berisi tentang para peneliti yang telah mengunjungi Sangiran dari yang pertama hingga saat ini. 
Para peneliti dan proses penggalian fosil di Sangiran (Dok. Pribadi)

Para peneliti ini menggunakan peralatan yang sederhana agar fosil-fosil tersebut tetap utuh dan bisa dilihat hingga sekarang. Lalu kami menuju ke ruang ketiga berisi replika fosil-fosil manusia ketika masih dalam penggalian dan penelitian dari para ahli arkeologi.
Penemuan terbaru di situs Sangiran (Dok. Pribadi)
Di tempat ini pengunjung bisa melihat tulang-tulang manusia ketika dalam penggalian dengan posisi tubuh manusia yang berbeda-beda. Dari posisi lurus, miring hingga posisi badan yang tidak beraturan. 

Gading Gajah Purba (Dok. Pribadi)

Para pengunjung juga bisa menikmati diorama mengenai situasi pada zaman dulu kala. Disini kita bisa melihat tumbuhan, binatang dan manusia yang hidup pada zaman purba dulu. Setelah keluar dari gedung tersebut rekan-rekannarsis-narsisan dulu dengan foto bersama rekan-rekan yang lain. 
Perkiraan manusia purba dari masa ke masa (Dok. Didno)
Kemudian pemandu wisata Situs Manusia Purba Sangiran mengajak pengunjung untuk melihat video mengenai sejarah manusia purba yang ada di Sangiran. Di ruangan ini saya dan rekan-rekan yang lain menikmati suguhan video mengenai perjalan manusia puba hingga kepunahannya. 
Foto bareng teman-teman di Museum Manusia Purba Sangiran (Dok. Didno)

Selesai menonton video saya dan rekan-rekan blogger menikmati pemandangan yang ada di sekitar Situs Sangiran tersebut. Daerah di sekitar Sangiran terlihat masih alami dan di daerah pedesaan sehingga masih terlihat asri. 

No comments:

Post a Comment