Seharian Eksplorasi Bandung

Entah dari mana julukan Bandung sebagai 'Kota Kembang', 'Paris Van Java' dan sederet nama lainnya, yang jelas sebagai Ibu Kota Jawa Barat, Kota Bandung selalu memesona untuk dikunjungi. Satu hari di Sabtu siang, sambil menyelam minum air, tepatnya tanggal 13 April 2019, atas keperluan mengantar adik saya untuk mengikuti UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) SBMPTN 2019 bertempat di SMK Negeri 4 Bandung pada 14 April 2019, sekalian Kita eksporasi ke tiga tempat di Bandung.


Taman Badak

Taman Badak

Waktu tempuh perjalanan selama 5 jam dari Indramayu-Bandung via Subang dengan bis 3/4 yang pelan (padahal 3 jam juga sampai) berhenti di lingkungan Balaikota Bandung. Persis di perempatan Jalan Perintis Kemerdekaan, seberang Gedung Bank Indonesia, Kami memasuki kawasan taman yang ramai pengunjung (mungkin karena weekend), dan pertamakali yang dicari dari pintu masuk adalah toilet. Sambil tergopoh-gopoh menderek koper, mengitari taman, melihat banyak orang dari berbagai jenjang usia (anak, remaja, dewasa, tua) yang asyik berfoto-foto sampai akhirnya di dekat kolam air yang bertuliskan Taman Badak, Kita mendapatkan toilet : kloset dan wastafel di dalam, serta kran cuci tangan berjajar di luar toilet. Sejenak setelah cuci muka, wajah kami segar kembali dan lanjut mengelilingi taman. 

FYI, biaya masuk Taman Badak GRATIS tapi pengunjung tidak diperkenankan buang sampah sembarangan, merokok, dan menginjak rumput. Adapun fasilitas yang disediakan Taman Badak untuk masyarakat adalah : 1) Kolam air. Dapat digunakan sebagai wahana permainan air bagi anak-anak. Banyak anak-anak kecil yang lagi mandi di kolam. 2) Media bermain anak : perosotan, ayunan, jungkat-jungkit. Buat para orangtua sangat direkomendasikan membawa anak kecil ke sini. 3) Kran air minum. Pengunjung bisa membawa botol minum kosong dan isi ulang dari kran tersebut. 4) Toilet dan kran cuci tangan. Toiletnya dipisah antara laki-laki dan perempuan. 5) Tempat Sampah, agar pengunjung tidak buang sampah sembarangan disediakan sepasang 3 warna tong sampah. 6) Spot Foto: rumput yang berwarna-warni, pohon besar yang rindang, bangku taman, jaring LOVE. Pas banget Kami ke sini ada beberapa kelompok remaja putri (mungkin habis pertunjukan seni) pakai kostum tari lucu-lucu foto di sini. 7) Pos Satpam. Berada di tengah-tengah sebagai penjaga keamanan di sekitar taman. 8) Kandang Hewan. 9) Terminal Bandros. Bagi yang belum pernah keliling Bandung dengan kendaraan khas Bandung (Bandros), Pengunjung bisa naik dari sini. 10) Stand makanan dan minuman. Jangan khawatir akan lapar dan haus karena Sahabat bisa membelinya di dekat pintu masuk. Jajanan yang dijual, yaitu : cuanki (favorit aku), siomay, kerak telor, sosis bakar,  es kepal milo, thai tea, air mineral. Harga mulai dari Rp. 15.000.


Spot Foto di Tengah Taman
Pose Menderek Koper
Foto silahkan, tapi jangan injak rumput yah 👯

Pos Satpam
Pepohonan yang rindang
Siapa mau naik Bandros?
Terminal Bandros di Taman Badak 
Tiba-tiba, cuaca mendung yang berujung hujan lebat pun turun. Kami berdua berteduh di tenda stand makanan, menikmati semangkuk cuanki, satu buah sosis bakar dan cup besar greentea menunggu hujan reda. Masih dengan rintikkan hujan kecil, kami memaksa keluar dari taman, menyebrang jalan, menyusuri Jalan Braga, lalu memesan GrabCar menuju penginapan.
*Curhat: sebenarnya sedih, karena banyak file foto yang corrupt jadi gagal dibuka deh. 

Foto yang tersisa satu


New Kencana Hotel

Di dalam mobil yang Kami tumpangi, selama kurang lebih lima belas menit perjalanan, hujan deras kembali mengguyur Bandung. Beberapa kali lampu merah menyala, banyak berhenti terkesan padat merayap tapi tidak macet. Sesampai di parkiran hotel, disambut Pak satpam dengan memayungi Kami. Selanjutnya, Kami bergegas ke resepsionis meminta check in pada saat itu juga karena sudah booking sebelumnya lewat aplikasi Traveloka, cukup menunjukkan KTP, Kita  dapat kamar 110 di lantai bawah. Sebelum ke kamar, Saya konfirmasi dulu pada resepsionis fasilitas sarapan pagi dan wifi, Petugas resepsionis pun mengiyakan dengan ramah. Oh iya, tarif semalam kamar standar yaitu Rp. 200.000, untuk rincian secara lengkap, Sahabat bisa searching pake keyword 'New Kencana Hotel' di website yah 👱. 


Lobby Hotel
Tempat resepsionis

Di sini Saya akan merinci fasilitas hotel di kamar standar, yaitu : 1) Kasur yang lebar cukup untuk dua orang, tapi tidak ada bantal guling. 2) Selimut, hanya satu dan berebutan dengan adik Saya. 3) Colokan, hanya satu yang kosong dan letaknya di samping colokan TV. 4) AC, semakin dingin karena Bandung memang dingin. 5) TV, banyak channel. Walaupun Saya tidak suka nonton TV. 6) Kamar mandi : kloset duduk, mandi pake shower, air panas dan dingin. 7) Lemari besar, cukup untuk menyimpan barang-barang kami. 8) Air mineral, 2 botol. 9) Peralatan mandi : handuk, pasta gigi+sikat gigi, sabun mandi. Masing-masing dua buah. 10) Sarapan dari pukul 07.00-10.00 : nasi goreng, mi goreng, acar, melon, kerupuk, teh, kopi gula, air galon.

Minusnya karena di lantai bawah, handphone Saya sama sekali tidak dapat sinyal provider dan wifi, jadi kalau mau internetan atau menjawab telepon dan sms mesti keluar kamar, duduk di balik pintu *ngenes.


Kasur di kamar hotel
Lemari dan TV
Kloset duduk
Shower buat mandi
Persiapan breakfast
Menu breakfast

Istirahat sejenak dari siang sampai petang, Sabtu malam selepas maghrib, Kita cabut ke Trans Studi Mall Bandung.

Trans Studio Mall Bandung

Tujuan utama kita nge-mall sebenarnya bukan buat mejeng, melainkan mengisi perut a.k.a lapar, secara cuaca Bandung yang dingin bikin nafsu makan meningkat. Konter Guardian yang paling pertama dikunjungi karena tergoda dengan eyeshadow pallete Wardah (mata terbelalak melihat warna hijau, kuning, coklat), lalu beli beberapa cemilan : oreo mini, rumput laut, kacang mete, bayar di kasir deh.

Setelah puas belanja di Guardian, Kami kelaparan dan menuju stand fast food (AW), makan seperti orang kesurupan, cepat habis, kurang kenyang sih sebenarnya karena porsinya kecil, haha. 

Perut sudah terisi, tapi kurang lengkap jika otak tidak dikasih asupan buku baru untuk dibaca. Yup, aku berburu buku di Gramedia.  

Pose depan kumpulan novel
Mau baca semua majalah ini Ya Allah...
Semakin serius memilih

Saya merasa dikejar waktu, menunjukkan pukul 21.00 sedangkan adik Saya mesti mempersiapkan diri buat ujian besok pagi, akhirnya I got one book di bagian IT berjudul "Passive Income dari Google AdSense" karya Jefferly Helianthusonfri, Bungkus, bawa pulang!

Siap-siap mau pulang

Minggu pagi dari pukul 07.30-12.00, adik saya pergi ke lokasi tes sedangkan Saya ngebangke di hotel. Selesai Dia tes, kita mengemasi barang-barang untuk check out. Sambil menunggu GrabCar datang dan membawa Kami ke Terminal Leuwi Panjang, Kita duduk-duduk di lobby hotel.

See you soon, Bandung!

Kesejukan Bandung akan selalu damai di jiwa
Keindahan Bandung akan selalu mekar di abad kecanggihan
Keantikan Bandung akan selalu terkenang
Keromantisan Bandung akan selalu sakral
Keramah-tamahan Bandung akan selalu dirindukan
Bertahun-tahun hidup di Bandung tak cukup, seharian apalagi!
Selamat mengeksplorasi kekayaan Kota Bandung, Everyone...

Soto Santan Khas Bojonegoro yang Melegenda dan Menggoda Selera

Sebagai Warga Negara Indonesia, saya bangga dengan kekayaan kuliner yang dimilikinya. Seribu satu menu, sejuta rasa, itulah kekayaan kuliner yang dimiliki Indonesia termasuk kuliner yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Soto Ayam Rajawali Bu Mar Bojonegoro
Jika Anda berkunjung atau punya rencana untuk berlibur ke Bojonegoro. Lidah Anda akan diajak "traveling" mencicipi berbagai makanan khas yang dimiliki Bojonegoro dan masakan nusantara yang sudah melegenda di sini.

Mulai dari makanan ringan seperti Ledre bisa menemani waktu santaimu di Bojonegoro, hingga hidangan berat berbumbu kacang bisa dijumpai di sepanjang trotoar sampai hotel berbintang. Nah, kesempatan kali ini akan saya kenalkan kuliner yang sangat melegenda di Bojonegoro yaitu Soto Santan Khas Bojonegoro.

Berbicara tentang Bojonegoro, siapa yang belum mengenal dan berkunjung ke sana? Selain dikenal sebagai daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) berupa minyak dan gas bumi baik itu yang pengelolaannya secara tradisional hingga modern, Bojonegoro juga memiliki keanekaragaman kuliner yang khas dan tak kalah lezatnya untuk Anda nikmati lho.

Bagi Anda yang suka menikmati kuliner berkuah, dijamin ketagihan menikmati kuliner primadona di Bojonegoro ini. Sebut saja namnya Soto Santan khas Bojonegoro. Mendengar nama soto tentu kuliner yang satu ini hampir tersebar di beberapa daerah seperti soto lamongan, soto banjar dan sebagainya.

Soto Santan khas Bojonegoro ini rasanya lebih enak apalagi disantap selagi masih panas atau hangat, ditemani dengan kerupuk udang yang gurih. Rasanya pun semakin nikmat apabila dikombinasikan dengan sedikit perasan jeruk nipis dan sambal. Wah, dijamin menggoda selera makan Anda hehehe.

Taburan bawang putih, bawang merah dan daun bawang berwarna hijau menambah saian soto khas Bojonegoro lebih semarak. Belum lagi ditambah aromanya yang beda dengan makanan yang sering Anda jumpai. Aroma gurih yang mengundang lidah Anda untuk mencicipi kuliner Soto Santan Khas Bojonegoro.

Layaknya soto pada umumnya, Soto Santan Khas Bojonegoro berkuah bening berisikan suwiran daging ayam dan potongan telur rebus. Bagi Anda yang suka ampela dan ati bisa juga menambahkannya. Sensasi gurih yang ada pada soto umumnya dengan menambahkan koya, tidak pada Soto Santan khas Bojonegoro ini. Rasa gurih justru didapat dari santan yang ditambahkan kedalam kuahnya. Santan segar dari kelapa ini membuat cita rasa semakin gurih.

Untuk menikmati Soto Santan khas Bojonegoro ini bisa dinikmati dengan versi berbeda-beda. Bagi Anda yang takut gemuk dan takut kekeyangan, Anda bisa menikmatinya dengan ditambahkan lontong. Buat yang doyan atau suka makan dengan porsi besar bisa menambahkannya dengan nasi.

Apa sih yang membedakan Soto Bojonegoro dengan soto pada umumnya?

Jika dilihat dari bumbu dan rempah yang digunakan Soto Bojonegoro sama dengan soto pada umumnya yang menggunakan bumbu berupa bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, merica dan kemiri. Setelah semua bumbu dimasak, sajian soto siap untuk dihidangkan.

Soto Santan Khas Bojonegoro siap untuk dinikmati
Untuk menyajikan Soto Bojonegoro, masih ada tahap selanjutnya yaitu menambahkan kuah santan ke dalam masakaan soto. Buat yang penasaran dengan raasa Soto Santan Khas Bojonegoro, silakan datang dan berlibur ke Bojonegoro. Kelezatan soto santan ini menunggu kedatanganmu lho.

Bagi yang mempunyai penyakit kolesterol nggak usah bingung dan khawatir. Anda bisa menikmatinya kok asal tidak berlebihan dijamin aman dan rasakanlah sensasi sajian soto yang berbeda dengan soto pada umumnya.

Resep Soto Santan Khas Bojonegoro 

> Bahan yang diperlukan :
1 ekor ayam kampung
5 butir telur ayam
2 ikat daun bawang merah
1 buah kelapa untuk bahan santannya

> Bumbu yang digunakan :
Bawang Merah, bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, lada, pala, daun salam.

Soto Santan khas Bojonegoro bisa didapatkan di :  Soto Bu Mar Jl. Rajawali Bojonegoro, Soto Mbak Cicik Jl. Teuku Umar Bojonegoro dan Soto Rajawali Jl. Mastrip Bojonegoro

Selamat berlibur di Bojonegoro, Jawa Timur. Jangan lupa kontak saya ya, siapa tahu bisa menemanimu. Hubungi aja PerluPiknik ya. (dik/pp)

Mencicipi Salad Buah Warung Abah Warli Jalan Patrol Indramayu

Bikin Ngiler kan?
Hola Sahabat Perlu Piknik! Di tanggal hampir penghujung Maret 2019 ini, sudahkah Sahabat ke tempat wisata baru? Sudahkah mencoba kuliner baru? Sudahkah booking hotel unik untuk sekedar numpang bobok? Kalau menjawab belum, maka tidak usah bersedih hati karena dengan membaca postingan terbaru di mari, berarti separuh jiwa Anda sedang berpiknik. Bukan piknik namanya kalau tidak mencoba menu pengganjal perut. 

Saya lahir dan tumbuh di Indramayu walaupun pernah 11 tahun merantau ke luar kota karena kebutuhan sekolah, Dermayu menjadi tempat yang homey banget. Salah satu yang membuat Saya betah di Dermayu adalah karena makanannya pas di lidah. Bagi yang suka makan, Dermayu adalah surga. 

Tapi kali ini bahasannya bukan makanan tradisional khas Dermayu, melainkan lebih ke westernisasi kudapan, yaitu Salad. I always prefer the fruit salad over the vegetable salad. Berawal dari foto-foto salad buah yang berseliweran di instagram, lalu dapat rekomendasi dari Bu Vanni (rekan kerja saya), bahwa ada warung makan di daerah Patrol yang jualan salad buah dan harganya pun terjangkau Rp.15.000 per porsi. finally i got it (fruit salad). 

Stand Salad Buah

Sebenarnya, di gerobak mbak-mbak penjual ini tidak terpampang tulisan salad buah, hanya tertulis "Aneka Ice juice, Sop Buah, Es Campur". Jadi, untuk para Pembeli ya mesti ngomong: "Mbak, Beli Salad Buah", nanti kalau nggak ngomong dikira bisu, Haha. Sahabat sebenarnya bisa request buah yang disukai, karena saya suka semua buah jadi cepat dilayani. Tempat jualannya persis di teras warung makan Abah H. Warli.


Teras Warung makan Abah Warli

Lokasinya sangat strategis, Sahabat. kalau Anda dari arah Pertigaan Terminal Patrol, hanya 500 meter bisa ditempuh dengan jalan kaki, menyebrang ambil sisi kanan jalan, persis ada plang bertuliskan "Warung Makan Patrol Abah Warli Jl. Patrol-Bunder". Pada jam makan siang, biasanya warung ini ramai, dan Saya tidak terlalu suka dengan keramaian. Oleh karena itu salad buahnya saya minta dibungkus untuk di bawa pulang.  


Semangkuk Salad Buah

Mangkuk pembungkus salad buah aman kok, anti tumpah walaupun terbuat dari plastik karena tutupnya rapat, dan dikasih sendok plastik juga. Saya sempat khawatir tumpah pas dibawa jalan ke rumah, ternyata tetap dalam keadaan semula. Kabar baiknya, mangkuk plastik bisa dicuci ulang sebagai wadah, lumayan.

Permukaan Salad Buah
Sesampai di rumah, Saya tidak sabar dong ingin segera menikmati salad buah, pertama-tama yang saya coba adalah toping salad yang terdiri dari: stroberi utuh yang dibentuk bunga mekar, anggur merah yang selalu memabukkan, keju parut, dan melon, serta mayonese yang melimpah. Rasanya campur aduk : manis-asam-asin-gurih.

Salad buah diaduk dengan mayonese

Rasa salad yang tidak merata memang jadi karena belum diaduk dengan mayonese, terlihat jenis buah lain setelah diaduk yaitu: pir, semangka, pepaya. Rasanya lebih dominan karena mayonese + keju, asin. Kalau yang suka asin seperti saya, akan ketagihan. Agar terasa dingin sengaja saya masukkan ke kulkas, tidak  ke freezer karena kalau difreezer, efek asin segera menjadikannya beku dan rasa buah terasa hambar.

Jajanan yang saya bawa ke rumah tidak hanya salad buah tapi Cuangki keliling. Kebetulan saat itu, di samping warung Abah Warli ada mang Penjual Cuangki. Hanya merogoh Rp.5000 untuk bisa menikmati satu porsi Cuangki. Satu porsi cuangki terdiri dari empat biji bakso kecil (mungkin bakso bungkusan siap masak), empat buah cuangki, bumbu, dan kuah yang pedas. 

Satu Porsi Bakso Cuangki
Cuangki yang pedas-panas-gurih, berpadu dengan Salad Buah yang dingin-manis-asam-asin-segar tentu memperkaya rasa di lidah saya agar tidak mati rasa. Enak banget, mau nangis.
Bagaimana, berani mencobanya seperti Saya?

SALAD BUAH ABAH WARLI
Buka setiap hari Senin-Sabtu
Pukul 10.00 - 21.00 WIB
Lokasi: Jl. Raya Bunder Patrol-Indramayu
HTM: 15.000,00 

Tiga Tempat Wisata Keluarga di Jawa Tengah yang Murah dan Menyenangkan

"Fase kehidupan manusia tidak melulu soal : lahir - sekolah - lulus - bekerja - menikah - punya anak - mati. Tapi lebih dari itu, ada fase panjang untuk menunggu, berjuang melawan penyakit, membangun relasi, menjalani hobi, dan menikmati traveling".
Dalam satu tahun kerja kantoran, Pegawai berhak mendapatkan liburan gratis sebagai fasilitas dari kantor, kecuali pegawainya mendadak berhalangan, resign atau meninggal. Tujuan liburan gratis yang diberikan kantor untuk pegawai sebenarnya adalah menyegarkan (refreshing) otak dan tenaga setelah suntuk bekerja, menjalin keakraban antara pimpinan dengan pegawai-sesama pegawai, dan keluarga pegawai atau disebut dengan istilah family gathering, membangun tim yang solid, dan siap bekerja kembali dengan totalitas. Pegawai boleh mengajak anggota keluarga inti untuk mengikuti family gathering : suami/istri, anak-anak, cukup!, tidak perlu membawa orang tua, mertua, sepupu, apalagi pacar bagi yang masih single, hanya membawa diri dan hati yang tegar!, haha.

Sebagai pegawai kantoran yang baik dan suka gratisan, Saya dan teman-teman lainnya mengikuti tanpa menolak kegiatan family gathering  sekaligus bertamasya di wilayah Jawa Tengah, terbatas hanya 3 lokasi, yaitu : Wisata Alam Batu Raden, Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas, dan terakhir Wisata Air Owabong. Biarkan saya pamer satu per satu.

1. Wisata Alam Batu Raden
Taman Wisata batu Raden

Perjalanan menuju lokasi wisata pada hari Juma't pukul 21.00 dari Indramayu sampai Purwokerto sekitar pukul 04.00 di hari Sabtu. Karena menjelang subuh, para rombongan rehat di rumah makan yang tidak jauh dari Batu Raden, untuk istirahat-sholat-makan pagi (ISHOMA), karena gak mungkin 'kan pagi-pagi buta lokasi wisata buka jam kerja. 

Tepat pukul 07.00 kami menuju Batu Raden, perjalanan dari rumah makan ke lokasi wisata hanya 15 menit, lalu tidak langsung masuk karena berfoto ria dahulu mengikuti pemandu dari agen travel. Tepat pukul 08.00 kita sudah diperkenankan memasuki kawasan Batu Raden. Karena ditanggung kantor, harga tiket masuk pun saya tidak ditagih tapi berdasarkan informasi yaitu Rp. 14.000.

Hal yang terpikir di benak Saya tentang Batu Raden adalah bebatuan yang ukurannya besar-besar, ternyata praduga itu salah, tidak hanya bebatuan tetapi ditumbuhi tanaman sehingga tempatnya begitu asri, sejuk dan menenangkan serta banyak wahana bermain untuk anak-anak. 

Untuk mengitari kawasan Batu Raden, tersedia anak tangga yang menuju tempat paling atas. Beberapa menit menaiki tangga, aku kelelahan dan akhirnya balik kanan berburu jajanan (maklum anak mall), haha. Selagi berburu, para penjual makanan sedang bersiap-siap membuka lapak. 

Jajanan yang Saya incar adalah mendoan dan sosis bakar. Kalau Sahabat belum tahu mendoan, mari saya kasih tahu. Mendoan itu dibuat dari tempe yang dibungkus khusus daun pisang dan hanya satu lembar, bukan tempe yang sepanjang kereta api. Selanjutnya, tempe dicampurkan ke adonan tepung+bumbu+air lalu digoreng dengan minyak, tapi api kecil agar gorengannya lembek-lembek gurih, setelah matang jangan sampai gosong angkat dan sajikan dengan cabai rawit, pokoknya enak deh! Belum ke Jawa kalau belum makan mendoan. *Wah jadi bahas makanan nih? Oke kembali ke topik.
Air Mancur Batu Raden 
Seperti yang Sahabat lihat pada gambar di atas, Kita dapat menikmati air mancur alami, tepatnya di tengah taman Batu Raden. Air mancur adalah air yang memancar dari bawah ke atas permukaan (definisi tidak ilmiah). Bagi Saya yang suka dengan air, tentu air mancur Batu Raden sangat menggoda.

Kolam di tengah Taman Batu Raden















Tuh kan? Saya tidak tahan ingin menceburkan diri ke air, walaupun hanya kakinya saja. Butuh perjuangan melepas sandal agar membumi dan basah-basahan. Bunga ungu yang diselipkan ke telinga itu, Saya nemu di sekitar lokasi, maksudnya ala-ala wanita bali gitu. Sebenarnya penasaran ingin menyeruput air di kawasan ini, hanya saja tidak habis pikir pada saat itu.
Tangga Menuju Taman


Untuk sampai di taman Batu Raden, Kami menuruni tangga yang basah karena bebatuan, hat-hati licin, Sahabat. Jadi untuk para wanita, gak usah berambisi memakai high heels atau wedges, khawatir kepleset lalu tergelincir, pakai sandal merk andalan saja lebih aman.

Jembatan Merah Batu Raden
Jembatan merah jangan sampai roboh. Serupa tapi tak sama, jembatan di Batu Raden ini mengingatkan Saya pada jembatan Teksas UI Depok. Tujuan dibuat jembatan merah Batu Raden adalah untuk menyebrangi sungai di bawahnya, dan melewati lika-liku kehidupan.

Tangga Bebatuan
Selamat tinggal Batu Raden, semoga selalu indah dan dikunjungi turis yang bertanggungjawab untuk menjaga alam.

2. Wisata Pancuran Mas
River World
Tempat wisata kedua yang dikunjungi adalah Pancuran Mas, di Purbalingga. Pancuran Mas merupakan wisata pendidikan karena biasa dikunjungi anak-anak PAUD-SD untuk mengenal berbagai macam ikan, baik jinak maupun ikan buas yang dilindungi. 

Selain itu, ada beragam jenis burung tapi karena Saya tidak tahan dengan bau kotorannya, maka tidak sampai melihat-lihat, ada waterboom, bisokop mini, dan mainan perahu air di danau. Pengunjung juga dapat menikmati es krim coklat Rp 4000 dengan memperlihatkan voucher pintu masuk. Informasi tiket masuk seharga Rp. 16.000/orang. 

Museum mini Angkutan Darat
Mobil Kodok di Museum Mini
Sebagai pecinta barang antik-kuno-vintage-jadul, Saya tertarik dengan keberadaan koleksi kendaraan di Pancuran Mas, seperti : mobil, motor dan sepeda onthel. Foto mobil mewakili kecintaan saya pada 3 jenis kendaraan tersebut. Lokasi Pancuran Mas rupanya sering dipesan untuk acara sakral seperti pernikahan, rapat, dan acara keluarga. Setelah lelah jalan-jalan di kawasan Pancuran Mas, rombongan lanjut ke tempat wisata terakhir.

3. Wisata Owabong
Kedalaman 2,2 meter
Owabong singkatan dari Objek Wisata Air Bojongsari Purbalingga. Setelah seharian belum mandi, nyemplung ke kolam renang adalah pilihan terbaik. Informasi tiket masuk Owabong Rp.30.000/orang. Dalam keadaan kekenyangan karena disediakan makan siang di sini, Kami bergegas shalat dzuhur dan ganti baju renang di toilet. Kolam renang dan waterboom lebih leluasa di sini. Jadi ada waterboom+kolam renang khusus yang digandrungi anak-anak, ada juga kolam renang dewasa dengan kedalaman 1,5 meter dan 2,2 meter. Karena kemampuan mengambang renang yang tidak terlalu mumpuni, Saya memiliih yang paling dalam dong, sedalam perasaanku padamu *nahloh.

Kedalaman 1,5 meter
Akhirnya, ada foto dengan orang-orang, Sahabat. Lihatlah pesawat replika di belakang kolam renang, saya belum sempat menilik pesawat tersebut karena langit mulai mendung menandakan mau nangis hujan.

Hampir dua jam berenang dan langit tidak mendukung, serta kulit Saya pun sudah pucat kebiru-biruan, akhirnya saya naik dari kolam menuju tempat bilas, dan harus mengantri sampai akhirnya hujan turun lebat, sambil menunggu hujan reda bahkan masih di bawah rintikkan hujan, Kami berjalan melewati pasar kecil tanpa payung. Di pasar kecil, banyak yang menjual oleh-oleh khas Owabong seperi kaos, baju, gantungan kunci, dan sebagainya. Kami mengunjungi penjual makanan untuk jajan: tahu, penthol (semacam bakso aci), air mineral dan duduk di bangku pasar. Hujan pun reda tapi masih menyisakan basah, syukurlah kami bisa ke bis dan menuju tempat oleh-oleh lalu pulang dengan selamat.

Foto Terakhir

*Semoga menjadi referensi Sahabat apabilah hendak mencari tempat wisata keluarga  yang bernuansa alam, murah, berlokasi di Jawa Tengah.

Melihat Gua di Tengah Kota, Gua Sunyaragi Cirebon

Goa Sunyaragi Cirebon (Dok. Didno)

Namanya Goa biasanya adanya di daerah pegunungan atau perbukitan. Tetapi berbeda dengan Goa Sunyaragi yang ada di Cirebon ini. Lokasinya berada di tengah kota bahkan terlihat dari Jalan utama Pantura Jakarta-Cirebon. 

Wisata Religi Ke Makam Prabu Brawijaya V, Raja Terakhir Majapahit

Makam Prabu Brawijaya V (Dok. Didno)

Kabupaten Mojokerto yang berada di Jawa Timur menyimpan banyak peninggalan-peninggalan bersejarah. Selain candi yang tersebar di beberapa tempat, ternyata ada juga makam-makam peninggalan dari kerajaan Majapahit, salah satunya adalah makam Prabu Brawijaya V. 

Tidak Usah Ke Thailand Untuk Melihat Patung Budha Tidur, Karena Ada di Mojokerto

Patung Budha Tidur Mojokerto (Dok. Didno)

"Tidak usah ke Thailand untuk melihat Patung Budha Tidur" Itu ungkapan bahwa di Indonesia juga ternyata ada patung Budha tidur, jadi tidak harus ke Thailand kecuali bagi mereka yang memiliki uang lebih atau jalan-jalan ke negeri yang dikenal dengan negeri Gajah Putih tersebut. 

C Hotel, Hotel Minimalis dan Modern di Kota Cirebon

C Hotel Cirebon

Saat ini, Cirebon sudah menjadi tujuan wisata di sebelah timur Jawa Barat. Apalagi setelah adanya BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat) di Kertajati Majalengka, kota dan kabupaten Cirebon menjadi salah satu tujuan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia atau bahkan dari mancanegara.