Gedung BAT Cirebon
Gedung BAT Cirebon (Dok, Didno)
Anda mungkin sedang kebingungan mencari destinasi atau wisata menarik di Kota Cirebon. Cirebon memiliki berbagai pesona yang menarik mulai dari keindahan alamnya, sejarah, seni budaya, hingga kulinernya yang akan membuat orang  ingin datang kembali lagi ke Cirebon.

Selain sebagai tujuan wisata alam, Cirebon juga sebagai tempat wisata belanja. Baik tempat wisata belanja yang modern seperti mall atau supermarket, Cirebon juga memiliki pasar tradisional yang menarik untuk dikunjungi seperti di Pasar Kanoman, Pasar Kali Tanjung, Pasar Kramat dan pasar tradisional lainnnya. Disini Anda bisa menemukan berbagai makanan, pakaian, mainan, buah-buahan bahkan yang mungkin tidak ada di daerah Anda.

Cirebon juga dikenal sebagai Kota Wali, karena di Kota ini Sunan Gunung Jati menjadi salah satu penyebar agama Islam di Jawa Barat. Jika Anda berkunjung ke kota ini jangan lupa untuk singgah di beberapa tempat peninggalan para wali seperti Langgar Agung, Masjid Agung, Makam Sunan Gunung Jati, Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Kaprabonan.

Tujuan wisata yang tidak kalah menarik lainnya adalah menyusuri bangunan tua peninggalan-peninggalan bersejarah bekas penjajah Belanda dan Portugis di Cirebon. Berikut bangunan-bangunan tua di Cirebon yang wajib Anda kunjungi :

Gedung Bank Indonesia Cirebon
Gedung BI Cirebon (Dok. Didno)
Gedung Bank Indonesia Cirebon. Bangunan ini terletak di jalan Yos Sudarso No.5 ini sebelumnya merupakan Kantor Cabang ke-5 dari De Javasche Bank (DJB), yang dibuka pada 31 Juli 1866 dengan nama Agentschap van De Javasche Bank te Cheribon, namun baru beroperasi pada 6 Agustus 1866. Kantor cabang DJB yang telah lebih dulu dibuka adalah kantor DJB di Semarang, Surabaya, Padang, dan Makasar.

Acara peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung Kantor Cabang DJB Cirebon ini dilakukan oleh Jan Marianus Gerritzen, anak Direktur M.J. Gerritzen, pada 21 September 1919. Gedung Bank Indonesia Cirebon ini kabarnya merupakan satu-satunya gedung Kantor Bank Indonesia warisan De Javasche Bank yang hanya mempunyai satu kubah. Maka tidak heran jika plang yang ada di depan Bank Indonesia Cirebon ini didirikan sejak tahun 1919 pada masa pemerintahan Belanda. Gedung ini masih aktif digunakan oleh Bank Indonesia Cirebon.

Gedung BAT Cirebon malam hari
Gedung BAT Cirebon (Dok. Didno)
Gedung BAT. Jika Anda jalan-jalan ke Cirebon jangan lupa untuk melihat gedung yang sudah tidak dipakai lagi oleh perusahaan tersebut. Bangunan yang terletak di jalan Pasukaten ini sudah ada sejak tahun 1924 atau sebelum Indonesia merdeka.

Pada malam hari di depan bangunan tua ini banyak pedagang yang menjajakan makanan dan minuman hangat. Beberapa pedagang menggunakan gerobak yang bisa didorong, mengingat tempat ini pada siang hari harus steril dari pedagang kaki lima. Banyak anak muda yang nongkrong sambil menikmati kopi atau mie rebus bersama teman-temannya secara lesehan di pinggir jalan atau trotoar jalan ini.

Kantor Pos Indonesia Cirebon
Kantor Pos Indonesia Cirebon (Dok. Didno)
Gedung Pos Indonesia Cirebon. Gedung ini merupakan cagar budaya di Kota Cirebon. Bangunan ini dibangun sejak 1906 pada masa penjajahan Belanda. Gedung ini terletak di jalan Yos Sudarso No.9 dan masih digunakan untuk aktivitas surat menyurat dan kegiatan kantor pos Indonesia cabang Cirebon.
Kotak Surat
Tempat Surat Tempo Dulu (Dok. Didno)
Uniknya pada bagian depan kantor pos terdapat sebuah tulisan Belanda yakni Brievenbus yang artinya kota surat dan kotak kecil bertuliskan NWP 1269. Konon ada orang dari Malaysia yang ingin membuktikan sesuatu di kotak tersebut.

Gereja Santo Yusuf Cirebon
Gereja Santo Yusuf Cirebon (Dok. Didno)
Gereja Santo Yusuf Cirebon. Gereja ini berseberangan tidak jauh lokasinya dengan Kantor Pos Indonesia Cirebon yakni terletak di jalan Yos Sudarso No. 20 Lemah Wungkuk Cirebon. Gereja Santo Yusuf Cirebon merupakan gereja katolik tertua di Jawa Barat. Gereja ini dibangun pada tahun 1878  sebelum dibangunnya gereja di wilayah Bandung dan Jawa Barat lainnya.

Pada bagian atas belakang bangunan ini terdapat lonceng besar.  Sementara pada bagian dinding depan atas terdapat tulisan “Ludovicus Theodores Gonzales, Commendator Ordinis Equestris S.Gregorii Magni, Hoc Templum Dei Aedificcavit, Anno DNI MDCCCLXXX”.

Bangunan aslinya kini hanya tinggal pada bagian depan gereja saja, sedangkan bagian lainnya merupakan bangunan baru yang sudah mengalami renovasi.

Gereja Kristen Pasundan Cirebon
Gereja Kristen Pasundan Cirebon (Dok .Didno)
Gereja Kristen Pasundan. Gereja ini bersebelahan dengan Gereja Santo Yusuf Cirebon terletak di Jalan Yos Sudarso No.10 tetapi bangunannya menghadap ke Jalan Kebumen. Bangunan ini berbentuk segi enam simetris. Pada bagian jendelanya terdapat ornamen-ornamen yang khas dari sebuah gereja seperti di negara-negara Eropa.

Gereja Kristen Pasundan sendiri adalah sebuah Gereja yang tumbuh dan kembang di Pulau Jawa bagian barat, termasuk di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Gereja ini resmi berdiri pada 14 November 1934 dengan Rad Ageng (Majelis Besar) pertamanya yang diketuai oleh Penginjil J. Iken dari Nederlandse Zendelings Vereeniging (NZV) Belanda, penulis D. Abednego, dan bendahara Tan Goan Tjong.
Gedung Cipta Niaga
Gedung Cipta Niaga (Dok. Didno)
Gedung Cipta Niaga. Bangunan ini terletak di jalan Kebumen Cirebon bersebelahan dengan Gereja Kristen Pasundan. Bangunan ini dibangun sejak tahun 1911, sekarang dipakai oleh Perusahaan Dagang Indonesia. 

Itulah bangunan-bangunan bersejarah yang saya kunjungi. Mudah-mudahan bisa menjadi tujuan wisata yang menyenangkan saat Anda berkunjung ke Cirebon.

Menikmati Keindahan Bangunan Tua di Cirebon

Gedung BAT Cirebon
Gedung BAT Cirebon (Dok, Didno)
Anda mungkin sedang kebingungan mencari destinasi atau wisata menarik di Kota Cirebon. Cirebon memiliki berbagai pesona yang menarik mulai dari keindahan alamnya, sejarah, seni budaya, hingga kulinernya yang akan membuat orang  ingin datang kembali lagi ke Cirebon.

Selain sebagai tujuan wisata alam, Cirebon juga sebagai tempat wisata belanja. Baik tempat wisata belanja yang modern seperti mall atau supermarket, Cirebon juga memiliki pasar tradisional yang menarik untuk dikunjungi seperti di Pasar Kanoman, Pasar Kali Tanjung, Pasar Kramat dan pasar tradisional lainnnya. Disini Anda bisa menemukan berbagai makanan, pakaian, mainan, buah-buahan bahkan yang mungkin tidak ada di daerah Anda.

Cirebon juga dikenal sebagai Kota Wali, karena di Kota ini Sunan Gunung Jati menjadi salah satu penyebar agama Islam di Jawa Barat. Jika Anda berkunjung ke kota ini jangan lupa untuk singgah di beberapa tempat peninggalan para wali seperti Langgar Agung, Masjid Agung, Makam Sunan Gunung Jati, Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Kaprabonan.

Tujuan wisata yang tidak kalah menarik lainnya adalah menyusuri bangunan tua peninggalan-peninggalan bersejarah bekas penjajah Belanda dan Portugis di Cirebon. Berikut bangunan-bangunan tua di Cirebon yang wajib Anda kunjungi :

Gedung Bank Indonesia Cirebon
Gedung BI Cirebon (Dok. Didno)
Gedung Bank Indonesia Cirebon. Bangunan ini terletak di jalan Yos Sudarso No.5 ini sebelumnya merupakan Kantor Cabang ke-5 dari De Javasche Bank (DJB), yang dibuka pada 31 Juli 1866 dengan nama Agentschap van De Javasche Bank te Cheribon, namun baru beroperasi pada 6 Agustus 1866. Kantor cabang DJB yang telah lebih dulu dibuka adalah kantor DJB di Semarang, Surabaya, Padang, dan Makasar.

Acara peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung Kantor Cabang DJB Cirebon ini dilakukan oleh Jan Marianus Gerritzen, anak Direktur M.J. Gerritzen, pada 21 September 1919. Gedung Bank Indonesia Cirebon ini kabarnya merupakan satu-satunya gedung Kantor Bank Indonesia warisan De Javasche Bank yang hanya mempunyai satu kubah. Maka tidak heran jika plang yang ada di depan Bank Indonesia Cirebon ini didirikan sejak tahun 1919 pada masa pemerintahan Belanda. Gedung ini masih aktif digunakan oleh Bank Indonesia Cirebon.

Gedung BAT Cirebon malam hari
Gedung BAT Cirebon (Dok. Didno)
Gedung BAT. Jika Anda jalan-jalan ke Cirebon jangan lupa untuk melihat gedung yang sudah tidak dipakai lagi oleh perusahaan tersebut. Bangunan yang terletak di jalan Pasukaten ini sudah ada sejak tahun 1924 atau sebelum Indonesia merdeka.

Pada malam hari di depan bangunan tua ini banyak pedagang yang menjajakan makanan dan minuman hangat. Beberapa pedagang menggunakan gerobak yang bisa didorong, mengingat tempat ini pada siang hari harus steril dari pedagang kaki lima. Banyak anak muda yang nongkrong sambil menikmati kopi atau mie rebus bersama teman-temannya secara lesehan di pinggir jalan atau trotoar jalan ini.

Kantor Pos Indonesia Cirebon
Kantor Pos Indonesia Cirebon (Dok. Didno)
Gedung Pos Indonesia Cirebon. Gedung ini merupakan cagar budaya di Kota Cirebon. Bangunan ini dibangun sejak 1906 pada masa penjajahan Belanda. Gedung ini terletak di jalan Yos Sudarso No.9 dan masih digunakan untuk aktivitas surat menyurat dan kegiatan kantor pos Indonesia cabang Cirebon.
Kotak Surat
Tempat Surat Tempo Dulu (Dok. Didno)
Uniknya pada bagian depan kantor pos terdapat sebuah tulisan Belanda yakni Brievenbus yang artinya kota surat dan kotak kecil bertuliskan NWP 1269. Konon ada orang dari Malaysia yang ingin membuktikan sesuatu di kotak tersebut.

Gereja Santo Yusuf Cirebon
Gereja Santo Yusuf Cirebon (Dok. Didno)
Gereja Santo Yusuf Cirebon. Gereja ini berseberangan tidak jauh lokasinya dengan Kantor Pos Indonesia Cirebon yakni terletak di jalan Yos Sudarso No. 20 Lemah Wungkuk Cirebon. Gereja Santo Yusuf Cirebon merupakan gereja katolik tertua di Jawa Barat. Gereja ini dibangun pada tahun 1878  sebelum dibangunnya gereja di wilayah Bandung dan Jawa Barat lainnya.

Pada bagian atas belakang bangunan ini terdapat lonceng besar.  Sementara pada bagian dinding depan atas terdapat tulisan “Ludovicus Theodores Gonzales, Commendator Ordinis Equestris S.Gregorii Magni, Hoc Templum Dei Aedificcavit, Anno DNI MDCCCLXXX”.

Bangunan aslinya kini hanya tinggal pada bagian depan gereja saja, sedangkan bagian lainnya merupakan bangunan baru yang sudah mengalami renovasi.

Gereja Kristen Pasundan Cirebon
Gereja Kristen Pasundan Cirebon (Dok .Didno)
Gereja Kristen Pasundan. Gereja ini bersebelahan dengan Gereja Santo Yusuf Cirebon terletak di Jalan Yos Sudarso No.10 tetapi bangunannya menghadap ke Jalan Kebumen. Bangunan ini berbentuk segi enam simetris. Pada bagian jendelanya terdapat ornamen-ornamen yang khas dari sebuah gereja seperti di negara-negara Eropa.

Gereja Kristen Pasundan sendiri adalah sebuah Gereja yang tumbuh dan kembang di Pulau Jawa bagian barat, termasuk di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Gereja ini resmi berdiri pada 14 November 1934 dengan Rad Ageng (Majelis Besar) pertamanya yang diketuai oleh Penginjil J. Iken dari Nederlandse Zendelings Vereeniging (NZV) Belanda, penulis D. Abednego, dan bendahara Tan Goan Tjong.
Gedung Cipta Niaga
Gedung Cipta Niaga (Dok. Didno)
Gedung Cipta Niaga. Bangunan ini terletak di jalan Kebumen Cirebon bersebelahan dengan Gereja Kristen Pasundan. Bangunan ini dibangun sejak tahun 1911, sekarang dipakai oleh Perusahaan Dagang Indonesia. 

Itulah bangunan-bangunan bersejarah yang saya kunjungi. Mudah-mudahan bisa menjadi tujuan wisata yang menyenangkan saat Anda berkunjung ke Cirebon.

1 komentar:

  1. bentuk bangunannya keren-keren. mari mampir http://indonesiacctv.com

    BalasHapus