Home » , » Tamasya Ke Candi Prambanan Sambil Belajar Sejarah

Tamasya Ke Candi Prambanan Sambil Belajar Sejarah

Candi Prambanan

Kalau medengar nama Candi Prambanan, ingatan kita pasti pada legenda Loro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Maka tidak heran jika banyak masyarakat kita yang mengenal Candi Borobudur dengan sebutan Candi Loro Jonggrang. 

Candi Prambanan merupakan peninggalan Candi agama Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO World Heritage Committee pada tahun 1991 dengan No.C 642. 

Makanya jika belum pernah datang ke candi ini, segera agendakan dan mengunjungi tempat wisata ini. Candi Prambanan terletak di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Lokasi candi ini terlihat dari kendaraan jika Anda melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Solo atau sebaliknya. Tiket masuk ke lokasi Candi Prambanan ini untuk wisatawan lokal Rp.40.000,- sedangkan untuk rombongan ada diskonan khusus tetapi harus menggunakan surat dispensasi seperti dari sekolah, tempat kuliah, atau dari travel. 

Foto bersama di halaman Candi Prambanan

Untuk masuk ke Candi Prambanan, pengunjung harus melalui pemeriksaan melalui alat metal detektor untuk melindungi warisan budaya dunia tersebut dari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kejadian di Candi Borobudur. 

Setelah masuk ke pintu pemeriksaan berjalan beberapa ratus meter untuk mencapai ke pintu masuk Candi Prambanan. Kalau pada pintu pertama, pengunjung harus meletakkan tanda masukkannya di alat pembaca tiket, sedangkan pada pintu kedua hanya melalui alat detektor saja. 

Untuk masuk ke Candi Prambanan, pengunjung harus menaiki beberapa tangga tetapi tidak seperti candi Borobudur yang memiliki ratusan anak tangga untuk sampai di stupa paling atas. Di candi Prambanan hanya beberapa puluh anak tangga saja. 

Kompleks Candi Prambanan terbagi menjadi tiga halaman konsentris atau terpusat yang dihubungkan dengan gapura ang terletak pada keempat sisinya. 

Pertama, halaman terluar yang dikelilingi tembok pagar berukuran 390x390 meter. Saat ini, halaman terluar tersebut sudah tidak ditemukan ada bangunan, namun dari kegiatan penggalian arkeologi yang pernah dilakukan, diketahui adanya beberapa struktur pondasi bangungan yang diperkirakan sebagai tempat tinggal pendeta. 

Kedua, halaman tengah dikelilingi tembok pagar berukuran 220x220 meter. Pada halaman ini terdapat 224 buah candi perwara yang disusun menjadi empat deret yang semakin ke dalam semakin tinggi letaknya. Deret pertama berjumlah 68 buah, deret kedua berjumlah 60 buah, deret ketiga berjumlah 52 buah, dan deret keempat berjumlah 44 buah. 

Ketiga, halaman pusat yang dikelilingi pagar berukuran 110x110 meter. Pada halaman ini terdapat bangunan candi antara lain : 
    Candi Siwa
  1. Candi Siwa sebagai Candi Induk. Candi Siwa merupakan candi terbesar yang terletak di halaman pusat. Secara filosofi memiliki tingkatan tertinggi dibandingkan dengan candi yang lain yang ada di Candi Prambanan. Candi Siwa memiliki ukuran 34x34 meter, dengan tinggi 47 meter. Candi Siwa memiliki 20 bidang dan 4 buah tangga menuju ke bilik candi di keempat sisi mata angina. Di setiap biliknya terdapat arca. Bilik sisi barat ada arca Ganesha, bilik sisi utara ada arca Durga Mahisasuramardini dan balik selatan ada arca Agastya. Di kanan dan kiri sudut tangga naik ke selasar terdapat bangunan candi kecil. Khusus di sudut selatan tangga naik sisi timur terdapat sebuah yoni yang merupakan penanda titik pusat halaman. Di bagian tengah terdapat patung Dewa Siwa sehingga candi ini diberi nama Candi Siwa. 
  2. Candi Brahma
  3. Candi Brahma. Candi Brahma terletak di sebelah selatan Candi Siwa. Candi Brahma mempunyai bentuk dan denah mirip dengan Candi Siwa, tetapi ukurannya lebih kecil yakni 20x20 meter dan tingginya hanya 37 meter. Candi Brahma memiliki satu buah tangga di sisi timur untuk masuk ke bilik yang di dalamnya terdapat arca Dewa Brahma. 
  4. Candi Wisnu. Candi ini terletak di sebelah utara Candi Siwa. Bentuk dan arsitekturnya mirip dengan Candi Brahma. Candi Brahma berukuran 20x20 meter dan tinggi 33 meter. Seperti halnya dengan Candi Brahma, Candi Wisnu juga memiliki satu buah tangga di sisi tumor untuk masuk ke bilik yang di dalamnya terdapat arca Dewa Wisnu. 
  5. Candi Nandi
  6. Candi Nandi. Candi Nandi menghadap ke barat, mempunyai satu bilik yang di dalamnya terdapat arca Nandi. Selain itu juga terdapat relief mengenai Dewa Surya dan Dewa Candra. Kedua dewa tersebut digambarkan sedang mengendarai kereta. Dewa Surya mengendarai kereta ditarik 7 ekor kuda, sedangkan Dewa Candra digambarkan sedang mengendarai kereta yang ditarik 10 ekor kuda. 
  7. Candi Garuda dan Candi Angsa. Candi Garuda berada di depan Candi Wisnu dan Candi Angsa berada di depan Candi Brahma. Candi Garuda dan Candi Angsa memiliki bilik yang di dalamnya tidak ada apa-apanya alias kosong. 
  8. Candi Apit
  9. Candi Apit. Candi ini terletak pada ujung sebelah utara dan selatan di dekat pintu masuk terdapat dua buah candi yang disebut candi apit. Candi ini disebut Candia put karena berfungsi sebagai candi pengapit dua deretan candi yang terletak di sisi timur dan barat. 
  10. Candi Kelir
  11. Candi Kelir. Candi yang berada di depan masing-masing pintu masuk ke sisi utara, selatan, timur dan barat. Jumlahnya ada empat buah. Secara simbolik candi kelir berfungsi sebagai penolak bala. 
  12. Candi Sudut. Candi sudut terletak di setiap sudut halaman utama. Candi sudut berukuran kecil. Jumlahnya empat buah, seperti candi kelir, candi sudut tidak memiliki tangga masuk.
Berdasarkan Prasasti Siwa Grha yang berangka 778 Saka atau tahun 856 Masehi, dalam prasasti tersebut menyebutkan bahwa Arca Dwarapala pada pintu masuk dan adanya petirtaan pada gugusan candi yang disebutkan dalam prasasti dapat diidentikkan dengan Candi Prambanan. 

Prasasti Siwa Grha dikeluarkan oleh Rakai Pikatan dan diduga Candi Prambanan juga didirikan oleh Raja Pikatan. Kesimpulan tersebut diperkuat dengan ditemukannya tulisan pendek pada batu penyusun candi yang menyebutkan kara “Pikatan” sehingga diduga candi tersebut didirikan pada masa Pemerintahan Raja Pikatan. Prasasti yang menyebut nama Pikatan tersebut kini disimpan di Museum Nasional yang ada di Jakarta. 

Setelah puas mengelililingi Candi Prambanan, saya dan keluarga keluar dari lingkungan candi. Tetapi sebelum ke pintu keluar, ada beberapa spot menarik yang wajib Anda kunjungi seperti pohon balkon dengan pemandangan ke Candi Prambanan, ayunan angkasa, sepeda terbang, dan lain-lain. 

Di sekitar Candi Prambanan terdapat hewan berupa rusa yang dipelihara oleh pihak pengelola, yang menjadi daya tarik pengunjung terutama anak-anak. Di sekitar candi Prambanan juga terdapat wahana 4 Dimensi, latihan memanah dan lain-lain.

Kandang Rusa

Rasanya kalau ke Yogyakarta belum mengunjungi Candi Prambanan, seperti ada yang kurang. Karena lokasi ini menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia yang sudah ditetapkan oleh UNESCO. Bangsa Indonesia boleh bangga karena candi Prambanan menjadi salah satu warisan budaya dunia yang wajib dilestarikan.

Sumber : Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I. Yogyakarta.  

0 Comments:

Post a Comment