Home » , » Jalan-jalan Ke Museum Konferensi Asia Afrika Sambil Belajar Sejarah

Jalan-jalan Ke Museum Konferensi Asia Afrika Sambil Belajar Sejarah

Museum Konferensi Asia Afrika (Dok. Didno)

Kalau jalan-jalan ke kota Bandung, rasanya tidak lengkap jika tidak berkunjung ke museum yang satu ini, apalagi Anda seorang yang suka dengan sejarah. Nama tempat tersebut adalah Museum Konferensi Asia Afrika yang terletak di Jalan Asia Afrika No.65 Bandung. 

Kalau mendengar nama Konferensi Asia Afrika, tentu kita akan mengenang kembali pelajaran sejarah waktu sekolah baik dari SD, SMP bahkan hingga ke SMA atau SMK pasti pernah belajar tentang materi Konferensi Asia Afrika.

Konferensi Asia Afrika sendiri memiliki sejarah yang tidak akan terlupakan oleh bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa Asia dan Afrika setelah berakhirnya Perang Dunia II (Agustus 1945). Berakhirnya perang tidak serta merta mengakhiri situasi permusuhan antarbangsa. Situasi semakin memanas akibat adanya “Perang Dingin” antara Blok Barat dan Blok Timur, serta masih adanya penajajahan terutama di kawasan Asia dan Afrika, serta beberapa negara mengembangkan senjata nuklir.

Saat itu situasi dunia semakin tidak menentu, dan akhirnya diadakan Konferensi Asia Afrika pada tanggal 18-24 April 1955. Konferensi ini berlangsung id Gedung Merdeka Bandung, yang diikuti oleh 29 negara di Asia dan Afrika. Hasil dari Konferensi tersebut adalah Dasasila Bandung atau Sepuluh Prinsip di Bandung.

Prinsip-prinsip tersebut kemudian menjadi pedoman bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam menggalang solidaritas dan kerjasama internasional. Semangatnya telah menambah kekuatan moral bagi para pejuang kemerdekaan bangsa-bangsa tersebut.

Gedung Merdeka

Museum Konferensi Asia Afrika sendiri berada di Gedung Merdeka. Gedung ini merupakan tempat bersejarah dan sarat makna. Gedung yang terletak di Jalan Asia Afrika Bandung ini berdiri sejak tahun 1895 sebagai tempat berkumpulnya orang-orang Eropa, Societeit Condordia.

Bangunan dengan Art Deco ditonjolkan oleh C. P. Wolff Schoemaker pada tahun 1921 untuk memberikan warna rekreasi pada Gedung Merdeka. Pada tahun 1940 A. F. Aalbers menambah gaya internasional pada bangunan tersebut untuk menarik lebih banyak bergabung di Societeit Condordia.

Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini berganti nama menjadi Dai Toa Kaikan dan digunakan sebagai pusat kebudayaan. Menjelang Konferensi Asia Afrika tahun 1955, gedung tersebut mengalami perbaikan dan diubah namanya oleh Presiden Soekarno menjadi Gedung Merdeka. Di dalam Museum Konferensi Asia Afrika terdapat :

Ruang Pameran Tetap

Ruang Pameran Tetap 
Ruang Pameran Tetap memamerkan koleksi benda-benda tiga dimensi dan foto-foto documenter peristiwa yang melatarbelakangi Konferensi Asia Afrika, pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, Konferensi Bogor, Konferensi Asia Afrika 1955, dan konferensi Asia Afrika bagi dunia internasional, serta profil-profil negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika yang dimuat dalam sarana multimedia.

Perpustakaan 
Perpustakaan yang ada di dalam Museum Konferensi Asia Afrika berisi buku-buku sejarah, pilitik, sosial, dan budaya negara-negara Asia Afrika, dokumen-dokumen mengenai Konferensi Asia Afrika, Konferensi-konferensi pendahulu, KTT Asia Afrika 2005, serta majalah, surat kabar dan Braille Corner untuk penyandang disabilitas.

Ruang Audiovisual 
Ruang Audiovisual ini digunakan untuk menayangkan film-film dokumenter mengenai kondisi dunia hingga tahun 1950-an, Konferensi Asia Afrika, Konferensi-konferensi sebelumnya, konferensi lanjutan dan KTT Asia Afrika tahun 2005. Selain itu ditayangkan pula pemutaran dan diskusi film tematik secara berkala mengenai kehidupan sosial budaya bangsa-bangsa Asia Afrika

Ruang Konferensi Asia Afrika (Dok. Katerina)

Ruang Konferensi Asia Afrika 
Ruangan tempat konferensi Asia Afrika tahun 1955 lalu hingga kini masih bisa dilihat dan dinikmati oleh pengunjung. Menariknya kursi yang ada di ruangan Konferensi Asia Afrika masih utuh seperti digunakan oleh perwakilan negara-negara Asia Afrika. Pengunjung bisa berfotoria bersama rekan-rekan atau keluarga untuk kenang-kenangan layaknya peserta Konferensi Asia Afrika.

Kedai Cinderamata 
Bagi pengunjung Museum Konferensi Asia Afrika yang ingin membawa cindera mata atau kenang-kenangan, Anda bisa membelinya di tempat ini. Ada gantungan kunci, pulpen dan barang-barang lainnya khas Jawa Barat.

Kamar mandi di Museum Konferensi Asia Afrika

Kamar Mandi Tempo Dulu 
Ada hal yang menarik di Museum Konferensi Asia Afrika yang tidak pernah diulas oleh traveler yakni toilet dari Museum Konferensi Asia Afrika. Pasalnya toilet di Museum Konferensi Asia Afrika masih asli tidak ada perubahan. Urinoirnya masih buatan dari Belanda dan masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Toilet ini digunakan oleh perwakilan negera-negara konferensi Asia Afrika.

Itulah hal yang menarik dari Museum Konferensi Asia Afrika yang ada di Kota Bandung Jawa Barat. Sebagian tulisan ini dikutip dari flyer Museum Konferensi Asia Afrika. 

Museum Koferensi Asia Afrika
Jl. Asia Afrika No.65 Bandung Jawa Barat Indonesia
No. Telpon 0224233564 

Waktu Kunjungan 
Selasa - Kamis              : 08.00 - 16.00 
Jumat                             : 14.00 - 16.00 
Sabtu - Minggu             : 09-00 - 16.00 
Senin - Libur Nasional : Tutup 
Istirahat                         : 12.00 - 13.00  

Tiket Masuk : Gratis 

4 Comments:

  1. Tahun 2012 pernah datang berkunjung ke lokasi cukup bersejarah ini. :-)

    ReplyDelete
  2. Ingin banget saya kesana, saya lebih suka ruang perpustakaannya pastinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah beda kalo yang suka baca mah ya.. yang dicari perpustakaan

      Delete