Sunday, January 31, 2021

Melihat Keindahan Kompleks Candi Arjuna Dieng Kabupaten Banjarnegera

 

Candi Arjuna Dieng Banjarnegara

Dataran Tinggi Dieng ternyata tidak hanya masuk ke Kabupaten Wonosobo saja tetapi sebagian masuk ke Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi adalah Kompleks Candi Arjuna.


Candi Arjuna terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Setelah membeli tiket masuk Candi Arjuna sebesar Rp.15.000,-, pengunjung akan memasuki lokasi candi. Terdapat beberapa candi disebelah kanan dan kiri jalan menuju kompleks candi yang masih dalam tahap restorasi.

Pintu Gerbang menuju Candi Arjuna


Setelah jalan beberapa ratus meter Anda akan menemukan kompleks candi Arjuna. Terdapat lima bangunan candi, yakni Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Selain Candi Semar, keempat candi lain merupakan candi utama yang digunakan sebagai tempat bersembahyang.


Kalau melihat dari bentuk dan ornamen pada setiap candi, diperkirakan keempat candi tersebut dibangun pada masa yang berbeda. Candi Arjuna merupakan yang dibangun paling awal, sementara Candi Sembadra merupakan yang dibangun paling akhir.

Puing-puing candi yang masih dalam restorasi


Hal ini berdasarkan pada perbedaan gaya bangunan candi. Candi Arjuna masih sangat kental dengan gaya candi-candi dari India. Sementara pada Candi Sembadra sudah terlihat pengaruh kebudayaan lokal. Pengaruh ini salah satunya dapat dilihat dari relung yang ada pada candi. Candi-candi bergaya India memiliki relung yang menjorok ke dalam, sementara pengaruh kebudayaan lokal akan memiliki relung yang menjorok ke luar.


Kompleks candi ini pertama kali ditemukan pada abad 18 oleh seorang tentara Belanda yang bernama Theodorf Van Elf. Saat itu kondisi candi tergenang air. Upaya penyelamatan candi pertama kali dilakukan oleh HC Corneulius yang berkebangsaan Inggris sekitar 40 tahun setelah pertama kali candi ini ditemukan. Usahanya kemudian dilanjutkan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama J Van Kirnbergens.




Secara keseluruhan, keempat candi utama di kompleks ini memiliki ornamen yang sama. Di setiap candi ditemukan adanya penil (ornamen pada bagian tangga, seperti pegangan), kala (wajah raksasa tanpa rahang bawah yang terdapat di bagian atas pintu), makara (diletakkan di sisi-sisi pintu dan dipercaya mampu mengusir kejahatan), jalatmara (saluran air untuk mengalirkan air dari bagian dalam candi ke salah satu sisi), istadewata (terdapat pada bagian atas candi dan dipercaya sebagai tempat masuknya pada dewa), serta antefik (ornamen yang terdapat di bagian ujung tiap sisi). Selain itu, di setiap candi, dapat ditemukan diksa (jalur bagi umat untuk mengelilingi candi sebelum masuk ke area candi utama).


Candi Arjuna, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra merupakan candi yang dibuat untuk menyembah Dewa Syiwa. Sementara, Candi Srikandi dibangun untuk menyembah Trimurti (tiga dewa) yaitu Syiwa, Brahma, dan Wisnu.



Jika Anda berkunjung ke Kompleks Candi Arjuna, Anda tidak akan menemukan arca yang biasanya menghiasi bangunan candi. Anda hanya akan melihat ruang-ruang kosong yang biasanya dijadikan tempat meletakkan arca.

 

Sebagian besar arca yang berasal dari kompleks candi ini disimpan di Museum Kailasa, yang letaknya tidak jauh dari kompleks candi. Sementara, sebagian arca yang lain sudah hilang.

 

Dari empat candi utama yang ada di kompleks ini, hanya candi Semar yang memiliki candi sarana. Candi sarana merupakan candi yang digunakan sebagai tempat berkumpul atau menunggu para umat sebelum masuk ke candi utama.

 



Candi Arjuna, sebagai candi utama di kompleks ini juga diperkirakan sebagai candi tertua, yang  diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno.

 

Selain kelima candi tersebut, terletak sekitar 200 meter sebelah barat dari Kompleks Candi Arjuna, terdapat Candi Setyaki. Candi Setyaki terdiri dari dua bangunan, tapi hanya satu bangunan yang berdiri itupun tidak lengkap karena bagian atas candi belum terpasang. Sementara, satu bangunan lain hanya berupa dasar bangunan.

 


Candi Setyaki juga merupakan candi yang dibangun untuk memuja Dewa Syiwa. Melihat relung dan gaya bangunan, Candi Setyaki diperkirakan dibangun pada masa yang sama dengan Candi Arjuna.


Selain itu ada Candi Gatotkaca yang lokasinya dekat dengan Museum Kailasa. Candi Gatot Kaca lokasinya dekat dengan parkir kendaraan untuk akses masuk ke Candi Arjuna atau keluar menuju Museum Kailasa.  


Candi Gatotkaca


Kompleks Candi Arjuna biasa digunakan sebagai tempat pelaksanaan Galungan. Selain itu, kompleks ini kadang juga digunakan sebagai tempat pelaksanaan ruwatan anak gimbal. Selain itu pengunjung dapat pula mengunjungi Sendang Sedayu, Sedang Maerokoco, Dharmasala, serta Kawah Sikidang tapi jaraknya sekitar 1 km dari lokasi candi. Berikut Google Maps menuju Candi Arjuna : 

 

Nah jika Anda sedang berada di kawasan wisata Dieng, jangan lupa mengunjungi Kompleks Candi Arjuna, Museum Kailasa, dan Kawah Sikidang. 

0 Comments:

Post a Comment