Sunday, November 22, 2020

Menikmati Keindahan Telaga Warna Dieng Sambil Melihat Goa Tempat Bertapa Presiden Soeharto

 


Dieng memang memiliki pesona alam yang menakjubkan. Lokasinya terletak di antara dua kabupaten yakni Wonosobo dan Purbalingga Jawa Tengah. Salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi jika jalan-jalan ke Dieng adalah Taman Wisata Alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon


Telaga Warna dan Telaga Pengilong berada di Desa Dieng Wetan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Tiket masuk saat kami berkunjung ke Telaga Warna adalah Rp.12.500 pada hari biasa dan Rp.15.000 pada akhir pekan dan libur. Anak di atas 5 tahun dikenakan biaya yang sama. Sedangkan untuk wisatawan luar negeri tiket masuknya Rp. 107.500 untuk hari biasa, dan Rp.157.500 untuk akhir pekan dan hari libur.




Telaga Warna Dieng buka dari jam 7.00 pagi hingga pukul 17.00 sore hari tetapi selama pandemi dibatasi sampai pukul 16.00.  Saat masuk ke lokasi wisata ini Anda akan menghirup sulfur atau belerang yang menyesakkan oleh karena itu disarankan menggunakan masker. 




Daya tarik Telaga Warna tentu pada warna airnya yang bisa berubah warna hijau kekuning-kuningan karena pengaruh sulfur dan pengaruh dari sinar matahari yang membuatnya bisa berubah warna. 



Di sekitar Telaga Warna Dieng tedapat beberapa hal menarik diantaranya adalah Batu Tulis Eyang  Purbo Waseso, Goa Goa Jaran Resi Kendaliseto, Goa Sumur Eyang Kumalasari, Goa Penganten dan Goa Semar Pertapaan Mandalasari Begawan Sampurna Jati. 





Goa Jaran dalam Bahasa Indonesia jaran artinya Kuda. Dulunya menjadi tempat pertapaan Resi Kendaliseto. Pada suatu hari turun hujan yang sangat deras dan ada seekor kuda yang kebingungan mencari tempat berteduh. Dia lari kesana kemari sampai akhirnya menemukan sebuah lobang besar lalu dia masuk ke dalamnya. Namun anehnya saat keluar keesokan harinya sudah dalam keadaan bunting. Dari legenda ini maka Sebagian orang mempercayai bisa membantu kaum wanita yang ingin memiliki keturunan dengan bersemedi di dalamnya.   

Goa Jaran



Tidak jauh dari Goa Jaran terdapat Goa Sumur. Di depan Goa ini terdapat arca wanita dengan membawa kendi. Di dalam goa ini terdapat sebuah kolam yang airnya sangat jernih dan dingin sehingga disebut Goa Sumur. Airnya dikenal dengan nama Tirta Prawitasari yang dipercaya mempunyai tuah dan dijaga oleh Eyang Kumolosari. Air dari Goa ini sering dimanfaatkan oleh umat Hindu dari Pulau Bali untuk upacara Muspe atau Mabakti. Selain itu air Tirta Prawitasari ini dipercaya bisa membantu penyembuhan berbagai penyakit dan bisa membuat kulit menjadi lebih halus. 


Goa Sumur



Tidak jauh dari Goa Sumur terdapat spot menarik untuk fotografi, yakni sebuah dermaga dengan pemandangan ke telaga dan bukit yang ada di sekelilingnya. Lokasi ini menjadi spot favorit para pengunjung untuk mengabadikan momen dengan pemandang telaga warna, dan perbukitan.  

Spot menarik untuk fotografi


Tidak jauh dari Goa Sumur terdapat Goa Pengantin. Goa Pengantin berupa celah batu biasa Goa Pengantin ini dikeramatkan oleh masyarakat sekitar dan sering digunakan untuk ritual-ritual tertentu. Beberapa orang menganggap bahwa Goa Pengantin merupakan goa suci sebagai tempat memohon kepada Yang Widi. Pada waktu-waktu tertentu banyak orang mencari wangsit di tempat tersebut khususnya bagi mereka yang ingin mendapatkan jodoh atau pendamping hidup.

Goa Pengantin



Tidak jauh dari Goa Pengantin terdapat jembatan yang memisahkan antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon tetapi sayangnya jembatan yang terbuat dari kayu tersebut pada saat kami berkunjung sedang ditutup atau tidak boleh dilalui. 




Agak ke atas sedikit terdapat Goa Semar. Goa Semar memiliki ruang kurang lebih 4 meter yang sering digunakan untuk bertapa dan dijaga oleh seorang juru kunci. Goa yang konon dijaga oleh Eyang Semar menjadi tempat bertapa raja-raja dan pemimpin negeri ini. Mantan Presiden Soeharto pada tahun 1974 pernah untuk bertapa di tempat ini.  

Goa Semar



Selain Telaga Warna, di sebelahnya terdapat Telaga Pengilon. Tetapi untuk masuk ke Telaga ini akses jalannya dipenuhi dengan semak belukar yang dikhawatirkan terdapat ular berbisa sehingga harus berhati-hati jika ingin melihat Telaga Pengilon. 

Telaga Pengilon


Telaga Pengilon diambil dari bahasa Jawa yakni ngilo, dalam bahasa Indonesia artinya bercermin. Karena kejernihan air di Telaga Pengilon, disangkutkan dengan sebuah mitos. Yaitu apabila seseorang bercermin di telaga pengilon yang berhati baik atau mulia akan terlihat tampan atau cantik, begitu juga sebaliknya apabila ada seseorang berhati busuk bercermin di telaga pengilon maka terlihat jelek. Sebagaian masyarakat dieng masih percaya telaga pengilon dapat mengetahui isi hati seseorang.



Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi telaga warna adalah saat pagi atau siang hari, karena pada sore hari, kabut tebal akan menutupi daerah sekitar telaga warna, sehingga pengunjung tidak dapat menikmati keindahan alamnya. 



Taman Wisata Alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon tertata sangat rapi dan fasilitas toiletnya sangat bersih dan gratis untuk pengunjung. Jadi jika Anda ke Dieng jangan lewatkan Taman Wisata Alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon ini dijamin Anda mendapatkan kepuasan batin setelah berkunjung ke tempat ini. 


0 Comments:

Post a Comment