Friday, January 10, 2020

Kedung Cinet, Miniatur Grand Canyonnya Jombang

Kedung Cinet Plandaan Jombang
Wisata Kedung Cinet - Jombang tidak hanya dikenal sebagai Kota Santri di Jawa Timur, tetapi juga memiliki banyak obyek wisata yang layak dikunjungi pada saat akhir pekan atau liburan. 

Setelah, beberapa waktu yang lalu membahas tentang Kampoeng Djawi yang terletak di Dusun Gondang, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam Jombang. Kini kita akan jalan-jalan ke Kedung Cinet yang dikenal dengan sebutan Miniatur Grand Canyonnya Jombang. 

Kedung Cinet berada di Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan Jombang Jawa Timur. Perjalanan dari Kota Jombang ke Kedung Cinet kurang lebih hanya satu jam lebih. Tetapi sayangnya akses ke Kedung Cinet tidak bisa menggunakan kendaraan elf besar, bus kecil apalagi bus besar. 

Pengunjung disarankan menggunakan mobil pribadi atau sepeda motor. Selain itu, tidak disarankan mengunjungi Kedung Cinet pada saat musim hujan karena jalannya masih berbatu rawan terjatuh menggunakan sepeda motor sekalipun.


Bagi yang menggunakan mobil, Anda harus parkir ratusan meter dan cukup jauh berjalan kaki. Sebelum masuk ke Kedung Cinet, pengunjung bisa menikmati keindahan hutan yang dikelola Perhutani. Bahkan jika kebetulan Anda akan melihat orang yang sedang mengambil madu dari hutan tersebut. 

Setelah berjalan kaki beberapa ratus meter dari tempat parkir mobil yang tidak masuk karena ada jembatannya rusak dan jalannya masih belum di aspal. Jika pengunjung sudah melihat sebuah jembatan kayu yang pinggirnya diapit besi rel kereta api yang sudah rusak maka Anda sudah sampai di lokasi tujuan. 


Sebelum sampai ke Jembatan, ada jalan kecil setapak yang bisa dilalui untuk mencapai pinggir sungai. Di tempat ini terdapat beberapa spot yang menarik untuk fotografi. Sayangnya saat kami ke tempat ini, tidak ada pengelola karena obyek wisata ini ternyata ditutup karena sedang musim hujan. 

Jadi tiket masuk ke Kedung Cinet gratis karena tidak ada pengelolanya. Tetapi menurut pemuda yang ada di sekitar lokasi, biasanya pada saat musim kemarau pengunjung dikenakan biaya Rp.5.000 per orang untuk bisa menikmati spot menarik di pinggir sungai tersebut.


Selepas mengabadikan beberapa spot menarik, kami akhirnya naik ke atas lagi dan melintasi jembatan yang di beberapa tempat sudah mengalami kerusakan. Walaupun jembatan ini sudah rusak tetapi masyarakat setempat masih menggunakan jembatan ini sebagai penghubung antar desa. 

Hanya beberapa meter dari jembatan, ada jalan setapak ke arah kanan. Pada bagian bawah terdapat sungai yang menjadi spot favorit para fotografer karena terdapat bebatuan kapur yang tampak kokoh di kanan kiri sungai.


Pada saat musim hujan, airnya kecoklatan karena keruh, tetapi pada saat musim kemarau airnya tampak lebih jernih dan bagus untuk fotografi. Pengunjung bisa menyentuh air di sungai tersebut tetapi hati-hati licin. 

Nah wisata ke Kedung Cinet sangat cocok bagi Anda yang sering selfie, bertualang atau ingin menikmati keindahan alam dan hutan. 

0 Comments:

Post a Comment